Pages

Monday, May 19, 2014

Allah dengan Cinta-Nya...

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah. Terdetik hati untuk mengukir bicara. Rasa hati yang tak mungkin diungkap dek lisan, biarlah ia berbicara tanpa suara. Biarlah susunan kata ini bersemadi, mudah-mudahan suatu hari nanti ia menjadi manfaat buat saudara insani.



Entah mengapa, saat usia menjengah dewasa, hati dan jiwa ini merasa beratnya tanggungjawab yang dipikul. Bukan mudah menggalas amanah membina fardul muslim dalam diri. Ya, memang ia berat. Yang pasti, dalam memujuk rasa hati itu, Iman Husna menasihati dirinya, " Percayalah Iman, Allah ada dengan kamu. Allah ada. Allah ada." 

Kadang, rasa sesak. Sesak sangat. Iman Husna pegang dadanya, diurutnya perlahan-lahan. Dia bisikkan kata-kata tadi banyak kali, perlahan-lahan biar ia larut dalam hati. Ujian...

Ye, UJIAN!!!

Hinggakan, sampai satu tahap,dia tidak mampu lagi meluah. Biar sahabat ada di sisi, dia hanya diam menyepi. Entah bagaimana hendak diungkap rasa hati. Duduk diam dan diam. Rasa bersalah? Ye, dia rasa bersalah. Tapi memilih diam adalah lebih baik dari membicarakan sesuatu yang tidak pasti.

Tapi...Iman Husna yakin dia bukan keseorangan. Luahkan pada yang memang memahami. Allah, Dialah Yang Maha Tahu akan segala sesuatu. Iman Husna bisikkan pada-Nya dalam sujudnya, dia merintih memohon petunjuk. Dia tahu segalanya adalah ujian. Dia minta kepada Allah, jadikan dia orang yang berjaya menjalanai imtihan-Nya ini. Allah...

Memang Dia sumber ketenangan. Tiada yang lain. Bila Dia Maha Mengetahui, tiada apa yang mustahil. Dia boleh datangkan pelbagai bentuk jawapan dan ketenangan. Moga langkah dan cara yang dipilih Allah redha. 

Sungguh, dia rasa dia tidak punya apa-apa melainkan Dia yang mengizinkan segalanya menjadi miliknya. Dia dengan cinta-Nya tidak pernah meminggir dan menyisihkan. Dia dengan Cinta-Nya tidak pernah mengabaikan. Dia dengan Cinta-Nya tidak pernah mengecewakan. Dia yakin itu.

Mudah-mudahan, setiap detik yang dikecapi, dia meminta kepada Ilahi mohon redha-Nya, mohon berkah-Nya, mohon maghfirah-Nya.

Sekadar cetusan rasa hati. Teruslah memburu redha Ilahi. 

#senyum!

No comments:

Post a Comment

persepsi anda...

Monday, May 19, 2014

Allah dengan Cinta-Nya...

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah. Terdetik hati untuk mengukir bicara. Rasa hati yang tak mungkin diungkap dek lisan, biarlah ia berbicara tanpa suara. Biarlah susunan kata ini bersemadi, mudah-mudahan suatu hari nanti ia menjadi manfaat buat saudara insani.



Entah mengapa, saat usia menjengah dewasa, hati dan jiwa ini merasa beratnya tanggungjawab yang dipikul. Bukan mudah menggalas amanah membina fardul muslim dalam diri. Ya, memang ia berat. Yang pasti, dalam memujuk rasa hati itu, Iman Husna menasihati dirinya, " Percayalah Iman, Allah ada dengan kamu. Allah ada. Allah ada." 

Kadang, rasa sesak. Sesak sangat. Iman Husna pegang dadanya, diurutnya perlahan-lahan. Dia bisikkan kata-kata tadi banyak kali, perlahan-lahan biar ia larut dalam hati. Ujian...

Ye, UJIAN!!!

Hinggakan, sampai satu tahap,dia tidak mampu lagi meluah. Biar sahabat ada di sisi, dia hanya diam menyepi. Entah bagaimana hendak diungkap rasa hati. Duduk diam dan diam. Rasa bersalah? Ye, dia rasa bersalah. Tapi memilih diam adalah lebih baik dari membicarakan sesuatu yang tidak pasti.

Tapi...Iman Husna yakin dia bukan keseorangan. Luahkan pada yang memang memahami. Allah, Dialah Yang Maha Tahu akan segala sesuatu. Iman Husna bisikkan pada-Nya dalam sujudnya, dia merintih memohon petunjuk. Dia tahu segalanya adalah ujian. Dia minta kepada Allah, jadikan dia orang yang berjaya menjalanai imtihan-Nya ini. Allah...

Memang Dia sumber ketenangan. Tiada yang lain. Bila Dia Maha Mengetahui, tiada apa yang mustahil. Dia boleh datangkan pelbagai bentuk jawapan dan ketenangan. Moga langkah dan cara yang dipilih Allah redha. 

Sungguh, dia rasa dia tidak punya apa-apa melainkan Dia yang mengizinkan segalanya menjadi miliknya. Dia dengan cinta-Nya tidak pernah meminggir dan menyisihkan. Dia dengan Cinta-Nya tidak pernah mengabaikan. Dia dengan Cinta-Nya tidak pernah mengecewakan. Dia yakin itu.

Mudah-mudahan, setiap detik yang dikecapi, dia meminta kepada Ilahi mohon redha-Nya, mohon berkah-Nya, mohon maghfirah-Nya.

Sekadar cetusan rasa hati. Teruslah memburu redha Ilahi. 

#senyum!

No comments:

Post a Comment

persepsi anda...