Pages

Wednesday, May 20, 2009

UiTM:Faculty of Law

UiTM

salamun 'alaimkum...
tak sampai 2 hari lagi saya bakal menjejakkan kaki ke UiTM Shah Alam tanpa saya tahu ruh sosialnya bagaimana di sana? Tanpa saya tahu rentak pengurusannya bagaimana? Tanpa saya tahu masyarakatnya bagaimana? Sudah tentulah ianya menjadi cabaran yang hebat buat diri yang masih mentah dan masih perlukan tarbiyah ini. Justeru, saya mula membuat persediaan,memupuk minat dan mahu..bak kata orang minat itu boleh dipupuk dan mahu itu boleh dicetus..

Selalu terdetik kat hati saya kuatkah saya tuk menghadapi situasi luar sana. Sememangnya tak dapat dinafikan lagi kehidupan luar tidaklah se'secure' kehidupan di sekolah. Ye lah..xkan lah kita nak selamanya di bangku sekolah. Jadi, by hook or by crook, I need to be strong! Kena kuat lah hadapi cabaran..harapnya sahabat2 mendoakan diri ini..rasanya seperti sebatang kara di sana..X pe..I'll never scare since I Know that Allah will always be with me!

Sebenarnya, bidang undang-undang ini tidak pernah saya minat.Tetapi minat itu mula dipupuk seiring dengan permasalahan sosiopolitik sekarang. Tak dapat dinafikan keadilan mesti ditegakkan! al-Haq hua al-Haq, wa al-Batil hua al-Batil! Bukan senang nak cari orang yang tulus dalam kerjayanya. Sekarang ni, manusia mudah dibeli..tul tak?? Keadilan dipinggirkan, nafsu diutamakan..teruk! teruk!


Jadi, di sini saya belajar sesuatu..betapa pentingnya keikhlasan dalam bekerja..betapa pentingnya ketaqwaan dalam diri..bila ada rasa takut pada Allah, semua perkara akan ada pada tempatnya..takkan salah lagi..jadi, saya memasang cita-cita besar untuk menjadi seorang pembela agama ("the lawyer of the Deen"~shoutout kak nurul) yang sebenar-benarnya..walaupun berat untuk melafazkan, tapi saya rasa ia perlu sebagai satu pencetus semangat dalam diri ini..sahabat2 viewer..sambil baca, sambil doakan saya ye..doa kalian sangat saya dambakan..

Dr. Abdul Aziz Bari...seorang yang saya dikagumi dari sudut perlembagaan
Tiada apa yang lebih utama melainkan ketaqwaan pada Allah. Bila ada rasa takut pada Allah, segala perkara akan berlandaskan hukum-hakamnya.
















Tuesday, May 19, 2009

resensi:TARBIYAH RUHIYAH



Seorang sahabat memperkenalkan kepada saya sebuah bacaan fikrah "TARBIYAH RUHIYAH" oleh DR. Abdullah Nashih Ulwan. Malangnya..saya belum berpeluang untuk mendapatkan buku tersebut..Jadi saya pun mencari-cari tentangnya di arena tanpa sempadan (internet) ini... alhamdulillah..kutemuinya...apa salahnya jika saya kongsikan di sini beberapa intipati buku tersebut...

DR. Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya yang berjudul Tarbiyah Ruhiyah menyebutkan bahwa ada lima faktor penting dalam mencapai takwa.

1. Mu’ahadah

Mu’ahadah adalah mengingat perjanjian-perjanjian yang telah kita buat kepada Allah. Hendaknya setiap kita menyendiri dan mengingat perjanjian-perjanjian yang telah kita buat kepada Allah. Dengan mu’ahadah kita akan tetap istiqamah dalam melaksanakan syariat Allah

2. Muraqabah

Muraqabah adalah merasakan keagungan Allah di setiap waktu dan keadaan, serta merasakan kebersamaannya dalam sepi maupun ramai. Dengan muraqabah kita akan ikhlas, karena setiap fi’il adalah untuk-Nya. Dengan muraqabah kita akan istiqamah. Tak terpengaruh oleh situasi dan kondisi.

3. Muhasabah

Makna muhasabah adalah hendaknya seorang muslim menghisab dirinya setelah melakukan sebuah amal. Apakan amal itu benar-benar semata untuk meraih ridha Allah ataukah tercampur dengan kepentingan pribadi, riya, ujub atau malah telah mengurangi hak-hak orang lain? Apakah amal yang kita lakukan sudah maksima? Atau dilaksanakan sekedarnya?Di samping itu muhasabah juga melakukan perhitungan diri antara amaliyah dan dosa. Apakan amaliyah yang kita lakukan sudah cukup menutup dosa? Lalu bagaimana dengan taubat kita? Dengan muhasabah kita akan terbebas dari penyakit hati.

4. Muaqabah

Muaqabah adalah pemberian denda. Sudah sepatutnya bagi kita jika kita telah melalaikan Allah, kita denda diri kita sebagai mana orang tua memberi hukuman kepada anaknya yang bersalah. Semoga dengan melakukan muaqabah kita menjadi jelik untuk berbuat dosa.

5. Mujahadah

Mujahadah adalah bersungguh-sungguh dalam melaksanaan ibadah. Di sana ada makna memaksakan diri untuk berbuat yang terbaik, menyerahkan yang terbaik dan mengoptimumkan diri dalam beramal. Ibadah adalah tarbiyah. Dengan mengerahkan diri untuk beramal, itu ertinya kita membangkitkan potensi yang terpendam dalam diri kita. Maka integriti kita akan semakin meningkat.

Faktor-faktor yang menyuburkan ruhiyah
Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 2 iaitu kelompok yang berkaitan dengan kepekaan jiwa dan kelompok amaliyah lahiriyah.

1. Yang termasuk kelompok yang berkaitan dengan kepekaan jiwa adalah:

a. Selalu merasakan muraqabah kepada Allah

Hendaklah kita selalu meyakini bahwa Allah selalu bersama kita dimanapun kita berada. Ia Maha Melihat, Maha Mendengar, juga Maha Mengetahui. Dan dalam muraqabah secara konsisten ini cukuplah kita mencontoh Umar ibn Khattab r.a. Disana ada seorang gembala yang muraqabah, seorang gadis yang muraqabah, juga seorang istri mujahid yang muraqabah.

b. Mengingat kematian dan kehidupan sesudahnya

Apabila seorang mukmin senantiasa mengingat bahwa kematian pasti menjemputnya, lalu ia akan ditanya dalam kesendiriannya dalam kubur, tentu hatinya akan peka kepada perasaan takut kepada Allah, jiwa raganya akan tergerak untuk beramal shalih demi membawa bekal kepada hari yang dijanjikan. Karenanya maka dzikrul maut adalah sesuatu yang urgent untuk dilakukan.

Bahkan Rasulullah pun menegaskan bahwa mukmin yang paling bijak adalah mukmin yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak persiapannya untuk menghadapinya.

c. Membayangkan hari Akhirat dan hal-hal yang berkaitan dengannya

Ketika kita membayangkan peristiwa-peristiwa yang di alami oleh ahli surga dan ahli neraka, kejadian dipadang mahsyar, dibaginya catatan amal perbuatan, perjalanan pada titian sepertujuh rambut, maka kita akan terlecut untuk beribadah dan bersungguh-sungguh mendekatkan dirinya pada Allah. Bahkan seluruh jiwaraga akan bangkit untuk melaksanakan amal shalih untuk hari akhir nanti agar kita termasuk orang-orang yang saling ridha kepada Allah.

Karena itu marilah kita bayangkan peristiwa-peristiwa itu:

  • Di mana kita dibangkitkan dari kubur dalam keadaan ridak berpakaian dengan cemas yang mengabut cuaca
  • Di mana mentari mengusap kepala dan peluh mengolam laut
  • Di mana bumi menjadi saksi bicara dan kita tak mampu berharap
  • Di mana kita melupa siapa di atas mizan, di depan kitab perbuatan dan pada titian jahanam
  • Di mana jasad menghianati nafsu dan lisan

Marilah kita ingat pula tentang gelapnya jahanam, tentang dalamnya neraka, tentang bahan bakarnya adalah batu dan kita, tentang busuk baunya, tentang zaquum, juga tentang airmata darah ahli neraka yang memarit.

Tetapi jangan pula dilupakan bahwa Allah juga telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Nya yang shalih apa yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terdetik di dalam hati manusia. Yakni diperkenankan untuk melihat Allah secara langsung sebagai nikmat yang terbesar.

2. Faktor-faktor Amaliyah Lahiriyah:

a. Tilawah Al-Qur’an dengan tadabbur

Bacaan yang disertai tadabbur yang khusyu’ mampu mempertajam pandangan yang sudah tumpul, pemusnah pandangan yang sempit dan ubat bagi hati yang sakit. Hendaknya kita menjadikan al-Qur’an sebagi sahabat yang tak pernah kita tinggalkan barang sehari. Karena dengan Al-Qur’an kita menjadi dekat dengan Allah. Ialah furqan yang membedakan haq dan batil. Biarkan Qur’an menyapa hati, ruh dan fikiran kita. Dengan menjadikan Qur’an sebagai rujukan kita tak akan tersesat dalam berjalan.

b. Hidup bersama dengan Rasulullah dan mencontoh sirahnya yang Agung

Beruntunglah kita sebagai umat Muhammad saw. Karena beliau adalah uswah hasanah, qudwah shalihah dan pedoman terbaik di dunia ini. Allah telah memilihkan bagi kita sosok tanpa cela untuk diikuti. Seorang raja yang juga rahib. Seorang bijaksana yang juga pemberani.

Sudah sepatutnya seorang da’i mencontoh Rasulullah dalam beragama dan keduniawian. Dalam ibadah, dalam kezuhudan, ketakwaan, kesabaran dan kelembutan, keteguhan prinsip, keberanian, kekuatan fisik, serta kehangatan cintanya.

c. Selalu menyertai orang-orang pilihan yang mereka yang berhati bersih dan mengenal Allah.

Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintainya. Karena itulah kita patut untuk bergaul dan bersama dengan orang-orang yang shalih dan ikhlas. Kita memerlukan mereka karena mereka akan menjaga ketakwaan kita. Meliputi lingkungan kita dengan dzikir dan ketaatan. Saling menasehati dalam kebenaran, dalam kesabaran dan dalam kasih sayang. Hidup seorang mukmin dengan orang yang salih seperti hidup seekor ikan di dalam kolam.Sungguh indah ukhuwah dalam iman dan ketakwaan, percintaan dalam pengabdian, persaudaraan dalam jihad dan kebenaran, dan kasih-sayang dalam penghambaan.

d. Dzikir kepada Allah dalam setiap waktu dan kesempatan

Dzikir adalah mengingat Allah dalam semua kondisi. Dzikir terdiri atas dzikir hati, pikirian, lisan dan perbuatan. Dzikir perbuatan mencakup tilawah, ibadah dan menuntut ilmu. Berdzikirlah dengan sungguh-sungguh secara konsisten. Semoga kita naik ke ketinggian rohani, mendapat kehormatan dalam munajat, menjadi seorang yang khusyu’, dan tak pernah terjebak dalam maksiat kepadanya.

e. Menangis kepada Allah dalam waktu khalwat

Kala kita berkhalwat (qiamullail), membayangkan keberpalingan kita dan kemaksiatan yang kita lakukan, membayangkan akhirat dan bekal yang telah kita persiapkan untuknya, membandingkan kualiti ibadah kita dengan para salafus-shalih, maka semoga hati menjadi lembut, jiwa menjadi bergetar, dan tanpa terasa airmata jatuh di pipi. Tak hanya itu, hendaknya kita mampu menangis karena: takut riya dalam ibadah, takut ujub dalam kecukupan, takut nifaq dalam bergaul, dan takut sombong dalam berhias. Sungguh dosa-dosa itu tak pernah kita sadari menyelusup dengan halus ke dalam hati yang merasa aman dalam pengabdian kepada Allah.

Orang yang paling takut adalah orang yang paling mengenal dirinya dan Rabb-nya. Karena itulah Allah telah memberikan keistimewaan pada tangisan kita hari ini dengan tawa diakhirat kelak. Orang yang menangis berada dalam naungan pada hari tak ada naungan kecuali naungan Allah. Orang yang menangis, akan terbebas dari azab Allah. Orang yang menangis berada dalam ampunan dan maghfirah-Nya. Dan orang yang menangis berada dalam limpahan cinta dan kasih-Nya.

f. Bersungguh-sungguh membekali diri dengan Ibadah nafilah.

Ibadah nafilah merupakan saranan pembekalan diri seorang hamba apabila si hamba merasa kurang dengan kewajiban-kewajiban yang telah ia laksanakan. Semoga dengan ibadah nafilah kita diangkat ke tempat yang terpuji.Sebenarnya banyak sekali ibadah nafilah yang dapat dilaksanakan, beberapa yang terpenting di antaranya : Shalat Lail, Shalat Dhuha, Shalat Awwabin, Shaum Senin-Kamis, Shaumu-Daud, Shaum Yaumul-‘Arafah, Shadaqah Nafilah dll.

Pengaruh Tarbiyah Ruhiyah dalam Pembinaan, Perbaikan dan Pembaharuan Ummat

Apabila kita telah memancarkan rohani, berhubungan erat dengan Allah dan ketakwaan, maka tersingkaplah makna dan hakikat. Terbukalah rahsia-rahsia yang hanya dapat di tangkap oleh orang yang bijak dan takwa.Apabila jalan rohani telah kita daki. Dan darjat takwa telah kita raih. Cinta kasih-Nya telah meliput diri. Maka Cahaya Iman akan memancar dalam setiap desah nafas. Cahaya itu akan menyapa sekeliling bagai mentari. Jika cahaya itu menyirami hati yang kerontang, maka suburlah hati itu. Jika cahaya itu menyinari kegelapan batin, tentu teranglah ia.Maka jalan da’wah akan terasa mudah, perjuangan akan terasa ringan, dan pengorbanan menjadi suatu kejamakan. Kekuatan ruhani inilah yang nantinya menjadi senjata yang mematahkan tiang pancang kebatilan, menghancurleburkan kemaharajalelaan, dan proklamator kemenangan da’wah dan peradaban islam.Semoga kita mewujudkannya. Amin.

p/ss:>>semoga suatu hari nanti saya akan memperoleh buku ini..

Monday, May 18, 2009

abu bakar as-siddiq VS umar al-khattab...RAHMAT BAGI JEMAAH ISLAM


Bagi pengamal sirah para sahabat r.a., akan mendapati bahawa antara kedua-dua pimpinan tertinggi khilafah Islamiyah selepas kewafatan baginda Rasulullah s.a.w. iaitu antara Khalifah Sayidina Abu Bakar as-Siddiq dan Sayidina Omar bin al-Khattab, mempunyai perwatakan dan keperibadian yang sama sekali berbeza antara satu sama lain.


Ini kerana ada yang ulama sirah seperti Prof Dr Yahya Ismail, pensyarah Hadis di Fakulti Usuluddin, Universiti al-Azhar dalam buku sirahnya berpendapat, bahawa kelainan perwatakan yang ada antara kedua-duanya merupakan satu anugerah Allah yang paling besar ke atas umat Islam. Ini kerana Sayidina Abu Bakar sering dikaitkan dengan seorang yang bersikap lemah lembut dan mirip kepada sifat berkasih sayang, sementara Sayidina Omar pula ada yang mengaitkan dengan seorang yang tegas, berani dan agak sedikit keras.


Kedua-dua perwatakan tersebut sebenarnya amat diperlukan dalam sebuah 'jemaah Islam' yang bercita-cita memperjuangkan Islam dalam segenap aspek kehidupan, terutamanya bagi memastikan undang-undang negara berdasarkan prinsip hukum Ilahi. Ini kerana kedua-dua cara dan penampilan kedua-dua pimpinan khalifah tersebut sesuai sepanjang zaman di mana wujudnya kambing-kambing hitam yang mahu menumbangkan pemerintahan secara tidak demokratik.


Apa yang kita boleh belajar daripada kedua-dua tokoh sahabat Rasulullah berkenaan, ialah salah seorang daripada keduanya memiliki sifat 'low profile' dan seorang lagi tegas, lebih-lebih lagi berlaku insiden atau tragedi yang menyanggah kesucian agama, ia dapat dilihat dalam satu peristiwa selepas berakhirnya perang Badar Kubra.


Dalam peperangan itu, umat Islam berjaya membunuh kira-kira 70 musyrikin dan menawan 70 yang lain, baginda Rasulullah s.a.w. tidak dapat memutuskan kedudukan 70 tawanan tersebut. Maka kedua-dua Abu Bakar dan Omar dipanggil untuk mendapatkan pendapat mereka. Sayidina Abu Bakar mencadangkan agar setiap daripada tawanan berkenaan mengajar 10 anak orang Islam mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan ilmu peperangan, cara-cara membuat senjata dan sebagainya, jika projek itu berjaya bermakna 700 anak-anak orang mahir dalam bidang peperangan.


Rasulullah bersetuju dengan pendapat Abu Bakar itu, walau bagaimanapun baginda tetap mahu mendengar pendapat daripada Sayidina Omar pula. Omar juga menyatakan bahawa pendapat Abu Bakar itu ada kebenarannya, tetapi baginya disebabkan puak-puak musyrikin itu adalah punca kepada berlakunya penyelewengan terhadap umat manusia, maka beliau mecadangkan agar kesemua mereka yang ditawan itu dipancung sahaja kepala mereka.


Rasulullah s.a.w. tidak dapat nak memutuskan antara kedua-dua pendapat itu, namun baginda menegaskan bahawa mahu berjumpa mereka berdua pada keesokan hari di tempat yang sama. Pada malam itu Allah SWT memutuskan keputusannya mengenai kedudukan tawanan perang melalui ayat 67 surah al-Anfal sebagai teguran kepada Nabi: "Tidaklah patut bagi seseorang Nabi mempunyai orang-orang tawanan sebelum dia dapat membunuh sebanyak-banyaknya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda dunia (yang tidak kekal), sedang Allah menghendaki (untuk kamu pahala) akhirat. dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana."


Boleh dibuat kesimpulan mengenai ayat di atas, bahawa Allah SWT mahu agar Nabi-Nya membunuh (dengan memenggal kepala) para tawanannya, ada mufassir menyebut seolah-olah pendapat Omar menepati ayat yang telah Allah tentukan sejak di 'Luh Mahfuz' lagi kedudukan mereka yang menentang Rasulullah. Ia bukanlah satu pendapat yang memperlihatkan kegarangan Omar, akan tetapi merekalah punca ramai manusia menentang Allah SWT.


Setelah kewafatan baginda Rasulullah, tampuk pemerintahan diserahkan kepada Sayidina Abu Bakar dengan cara syura dijalankan. Abu Bakar berpegang prinsip yang menepati cara dan kaedah perwatakannya. Justeru beliau memilih orang yang tegas dalam memimpin ketumbukan perang agar ketahan Islam dapat dipelihara. Khalid Bin al-Walid menjadi pilihannya, kerana Khalid adala individu yang suka berperang dan mempunyai banyak pengalaman dalam peperangan.


Ringkasnya, apabila Sayidina Abu Bakar meninggal dunia, jawatan itu tidak dikekalkan Omar kepada Khalid, kerana Omar tahu bahawa beliau dan Khalid mempunyai watak yang sama, nanti mereka berdua akan bertindak mengarahkan agar umat Islam sentiasa berperang. Khalid menerima pelucutan jawatannya sebagai panglima perang, kerana beliau juga tahu keadaan tersebut, maka Sayidina Omar melantik Sa'ad Bin Abi Waqqas yang memiliki ciri-ciri yang ada pada Abu Bakar.


Maknanya, kedua-dua Sayidina Abu Bakar dan Omar memahami tuntutan berjemaah, di mana perlu ada seorang yang berwatak agak tidak keras dan seorang lagi berwatak agak tegas pada satu-satu masa. Inilah yang mereka belajar daripada Sirah baginda Rasulullah s.a.w. yang mahukan kedua-dua watak itu wujud dalam 'jemaah Islam'.


Demikianlah kita lihat bagaimana strategiknya sirah perjuangan nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabat. Seharusnya perkara ini diteladani dan diambil ihtimam oleh semua pecinta agama..


dipetik dari : harakahdaily.net

MUHADHARAH MMPS


Majlis Muhadharah MMPS 2009 mendambakan 1001 revolusi dalam perkembangan diri MMPS Generation..Majlis ini diadakan bagi mencungkil bakat pelajar-pelajar ma'ahad di samping membentuk wawasan dalam diri mereka...alhamdulillah sambutan yang diberikan amat menggalakkan dan program ini sedikit sebanyak memberi harapan baru kepada guru-guru akan bakat yang sedia ada pada pelajar-palajarnya like wut MR. AZMAN always says.. ((MMPS GENERATION.., EXCELLENT!!!)) kepada sahabat-sahabat PERTINAM..tahniah atas usaha murni ini dan semoga ia meningkatkan lagi hamasah qiyadah dalam diri kita..apa yang penting??? KERJASAMA!!! n ikhlas lillahi ta'ala...mabruk 'alaina..




dan ini..USTAZAH NAWAL..yang menunggu sahabat2 PERTINAM di Mesir, bumi anbiya'..lubuk ilmu bagi pecinta ad-deen..jadi sahabat2..pulun,pulun n terus pulun!!! moga2 mumtaz semuanya...then, fly to mesir...syoknya!!! insyaALLAH..mudah-mudahan..
~SESUNGGUHNYA PENGALAMAN ITU MENJADIKAN SESEORANG LEBIH MATANG~

Sunday, May 17, 2009

QIRAAH...

ana kagum pada shout out yang berbunyi " READ! YOU'LL CONQUER DA WORLD!!!"..By this kind of sayings, I start to make up a very serious reading... why not??? the holy quran also stress on us by "IQRA!" meaning read!


reading is the key to all kind of knowledge...reading make us to be more mature..be an open-minded person..reading lead us towards wisdom..so..never waste ur time!!! let us take the book!!read, read n read...


reading is interesting...reading is fun...once we read we are widening our thinkings...be possitive...as a muslim it's a must for us to read...improve our knowledge so that we will come out as intelectuals-great thinkers..

izan, hayya naqra'!!!let's make reading as a lifestyle of an islamic generation...never miss the power of knowledge..as an islamic generation, we have to be da best...don't make others especially the israeliyyat facts colonize our minds..WE ARE THE KHALIFAH OF ALLAH!!!WE HAVE DA RESPONSIBILITY TO PROTECT OUR DEEN!!! BE READY...




sayangnya pada mereka!!!

It's all about my housemate..how they make me really proud of them...how they appreciate me..it's really different..it's really touching..praise to ALLAH for His precious gift..


inilah kad yang memang sangat2 menarik dari sahabiah darul faiz...alhamdulillah..ukhuwwah ini terlalu indah bagiku...betapa besarnya nikmat ini..bersyukur pada Allah...jom kita tengok dalam pulak..

inilah isi dalamnya..penuh dengan kata2 perangsang buat diriku..betapa sahabat2 mengasihi diri ini..xkan kulupa mereka dalam bait doaku..moga mereka beroleh kejayaan, membawa sinar buat ISLAM deenul haq!

jom kita kenal sahabat2ku...


ini adik2ku yang manja..baik..comey..hu2...umairoh n musawwirah..all da best for da PMR exam..9 a's ek...take da challenge!

ini sahabiat min key-ell(nabilah eja cmnie..)..dari kiri: k sya, k ina n nblah..asalnyer smua cute tp..kmbg la plak kat cnie..sesungguhnya manusia itu adalah kejadian yang terbaik...insyaALLAH smua mumtaz!!!


ini pun kabur lagi..tapi tak pe..senyum tawa ntunna kkal disnubari..nasihah,hajar,zulaikha n ayu...belajar rajin2...belajar ilmu agama nie x rugi..bila dah mumtaz leh g mesir..blajar ilmu byk2..pturun ke ambo..yang penting belajar lillahi ta'ala..x g 2???




ini semua min ma'ahad langkawi...smuanya ceria2...hanim, kakcu, aisyah, kakfairuz, yantie, n fyqah!!! strive towards excellent!!! insyaAllah..do the best n let Allah do da rest,k???...MUMTAZ will be ur's..tp..syafawati x de lak kat cnie...will be flying to jordan in short time, right???k..all da best to u too..syoknya pi jordan!!!

hm...semoga pertemuan n perpisahan kita lillahi ta'ala..semoga persahabatan kita berlandaskan aqidah yang benar..menjanjikan pertemuan di syurga kelak...YA ALLAH..besarnya nikmatmu pada kami...KAU kurniakanlah kejayaan buat kami...moga dengan kejayaan kami itu...menjadi pemangkin pada kegemilangan ISLAM...amin..

"aku mencintai sahabat dengan segenap jiwaku,
sahaba yang baik adalah sahabat yang seiring denganku
dan yang menjaga nama baikku
ketika aku hidup dan selepas aku mati...
kuhulurkan tangan buat sahabatku untuk berkenalan
kerana aku akan merasa senang...
semakin ramai sahabat, aku semakin percaya diri..
aku selalu berharap mendapat sahabat sejati
yang tidak luntur di dalam suka dan duka...
jika aku dapat, aku akan setia padanya"..
kata-kata pinjaman dari Imam Syafie..




TRIBUTE BUAT GURU


POST INI KHAS KUPERSEMBAHKAN BUAT GURU-GURU YANG PERNAH MENDIDIKKU DI TASKI ABIM, SKPTD, SKTR, SMKAB, KISAS, DAN MMPS..JUGA BUAT EMAK YANG JUGA SEORANG GURU DALAM HIDUPKU...


Masih jelas diminda
bisikan suaramu..memanggil
Di situ
langkahku bermula
mengejari cita..
kau disisi

Lantas ku utuskan
lagu untuk menyatakan
terima kasih guru
kerna hulur tanganmu
ku menghargai setulus jiwaku
bicaramu guru
kan ku ingat selalu
menjadi azimat
hingga ke akhirnya

Guru..
ibarat pelita
sentiasa menyinar
kamar hidupku..

Guru..
kau pewaris ilmu
mendidik diriku
hinggaku berjaya

Andai diberi peluang
inginku terbang tinggi
di awangan
kanku petik
bintang-bintangku
jadikan hadiah untukmu
moga tuhan merahmatimu
Terima Kasih..


16 Mei..teringat aku pada murabbi yang banyak berjasa dalam siri perjuangan hidupku selama mana aku menuntut ilmu..terima kasih buat cikgu2, ustaz2, ustazah2, teachers yang tegar mendidikku..melayani kerenahku..

bila dikenang balik..memang hebat cikgu2ku dahulu..saat aku di bangku sekolah rendah,betapa mulut ini berat berbicara..puas cikgu2 memujuk..tapi sekarang segalanya berbeza..mulut ini sudah ramah berbicara..pandai btul cikgu2 sekolah rendahku mencungkil talentku..suruh bercerita..Bnasyid..msuk koir..jd guru muda dlam kelas ..smua tu membantu aku untuk berani kahadapan...trima kasih cg...

melangkah ke alam perseolahan peringkat menengah lebih mendidik jiwaku supaya menjadi kental..sekental jiwa aisyah al-humayrah..sekencang sumayyah..pelbagai situasi telah kualami..pabila jiwaku nyaris tersungkur dek tidak tahan dengan ujian yang menimpa, guru itu datang memelukku..membelai seperti aku ini anak kandungnya..setiap kalimah yang dilontarkan berunsur nasihat yang akhirnya mendidik jiwaku supaya lebih tabah menghadapi mehnah dan tribulasi yang mendatang..alhamdulillah..ALLAh itu MAHA ADIL..dikurniaNya kepadaku guru-guru yang memahami..yang tinggi kasih-sayangnya..yang mulia jiwanya...

YA ALLAH..AKU BERSYUKUR PADAMU KERANA TELAH MENGURNIAKAN AKAU SAFF GURU2 YANG AMAT MULIA JIWA MEREKA..YANG TINGGI NILAI KASIHNYA..YA ALLAH..DENGAN RAHMATMU..KAU RAHMATILAH GURU-GURUKU..SESUNGGUHNYA MEREKA BANYAK BERJASA KEPADA DIRIKU..KAU MURAHKANLAH REZEKI MEREKA..SEMOGA DAPAT KAMI BERTEMU DI GERBANG SYURGAMU..AMIN...



Monday, May 11, 2009

sahabatku : anak seorang pejuang




dalam meniti dunia globalisasi, semakin ramai umat yang tercicir dari ajaran Islam. Syukur alhamdulillah kerana di negara kita masih ramai ulama' dan aktivis-aktivis yang bergerak demi kelangsungan tarbiyah di baldatul islamiah ini...alhamdulillah..

ana mengagumi seorang sahabat ana yang keluarganya mempunyai fikrah yang tinggi.. penghayatan terhadap konsep amal islami difahami dan diamalkan dengan baik..ayahnya seorang pejuang dan ibunya pula merupakan sayap kiri perjuangan yang tidak pernah tersungkur di jalan dakwah...betapa Allah itu Maha Adil...mentakdirkan seorang srikandi yang baik untuk mujahid yang sudah tentu baik dari segi ibadatnya, muamalatnya, juga sahsiahnya...seperti umminya dan abinya...juga seperti emakku dan abahku..
ana ingin membawa sahabat-sahabat menelusuri kehidupan sahabat ana yang sudah pasti menarik hati pencinta harakah Islamiyah..juga buat mereka yang mencintai kehidupan berjemaah....

Surah Muhammad : 7 Maksudnya:
" Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama ALLah nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "

"Aku dilahirkan dalam keluarga yang menekankan agama. Ayah ku seorang doktor dan ibuku seorang suri rumah. Mereka juga merupakan aktivis masyarakat dan penggerak sebuah parti Islam yang telah lama bertapak di bumi Malaysia ini. Sejak kecil saya dan adik beradik yang lain dididik untuk berdikari dan sentiasa dibawa untuk bersama-sama mengikuti program-program jemaah. Bagi kami istilah seperti usrah, tamrin, tarbiyyah sudah tidak asing lagi. Jika kami tidak ikut serta dalam program, kami sering ditinggalkan di rumah bersama kakak yang sulung yang umurnya pun ketika itu tidak sampai 12 tahun.

Kadang-kadang keadaan tersebut menyebabkan aku sering terasa diabaikan kerana kesibukan ayah dan ibu. Ketika aku meningkat remaja, aku terpilih untuk ke sekolah berasrama penuh. Pada hari pendaftaran aku tidak ditemani oleh ibu bapaku seperti mana sahabat-sahabat lain. Ayah, ibu dan adik-adik berada di luar negara selama setahun kerana tugasan ayah. Aku cuba untuk hidup berdikari. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, namun kelibat ibu bapaku masih tidak muncul untuk datang melawatku.
Setiap kali hari kunjungan keluarga, aku akan menunggu di tepi kantin dengan harapan ibu bapaku akan datang walaupun aku tahu itu tidak mungkin terjadi kerana mereka berada nun jauh di seberang lautan. Memang benar pepatah mengatakan `penantian satu penyeksaan’. Sekian lama mengharap,pada suatu petang aku mendengar namaku dipanggil di corong pembesar suara. Pada waktu itu hanya Allah yang tahu betapa gembiranya hatiku.

Dari jauh aku nampak kelibat ibu bapaku, tanpa di sedari air mata kesyukuran jatuh bercucuran. Penantian setahun kini berakhir. Pada tahun berikutnya aku menghadapi peperiksaan yang besar iaitu SPM. Seperti sahabat-sahabat lain aku mengharapkan keluarga ku datang untuk memberi semangat kepadaku untuk belajar. Namun setiap kali aku menelefon ibu bapaku pasti mereka akan jawab,"ibu ada program hujung minggu ni","minggu ni ibu ada usrah","ayah kena rasmikan majlis ni minggu ni" dan jawapan-jawapan sepertinya yang lain.

Jarang sekali mereka berkelapangan untuk datang melawatku di sekolah. Sahabat-sahabat ku selalu bertanya kepada aku," anti ni orang Selangor je tapi jarang ana nampak keluarga anti datang". Aku hanya mendiamkan diri, diam seribu bahasa. Aku tahu jika aku terangkan kepada mereka pun, mereka tidak akan faham. Kadang-kadang pernah terdetik di hati ku, adakah adil semua ini untuk aku. Namun cepat-cepat aku padamkan perasaan itu.

Ibu selalu berkata, "kerja-kerja jemaah inilah yang memberi keberkatan dalam hidup kita". Kenyataan itu tidak dapat aku nafikan. Aku dan adik beradik yang lain lebih mudah memahami sesuatu pelajaran berbanding orang lain. Banyak kejadian dalam hidup keluarga kami membuktikan pertolongan Allah sangat jelas datang membantu. Contohnya ketika keputusan SPM diumumkan. Aku berjaya mendapat keputusan yang cemerlang. Aku yakin bahawa kejayaan ini hasil keberkatan daripada kerja-kerja jemaah yang dilaksanakan oleh ibu bapaku.

Kini aku pula terlibat dengan kerja-kerja jemaah. Aku mula memahami betapa pentingya perjuangan ini , perjuangan yang tidak menjanjikan ganjaran wang ringgit bahkan kekadang mengundang kebencian manusia. Namun hanya keredhaan Allah didambakan agar agama Allah dapat didaulatkan di atas muka bumi ini. Kerja yang memerlukan banyak pengorbanan ini tidak semua orang sanggup memikulnya. Ada yang gugur di tengah jalan kerana tidak mampu menghadapi cabaran-cabaran dalam berdakwah.

Aku mula menyedari dan memahami penglibatan ibu bapaku selama ini. Kepada semua anak-anak pejuang, janganlah kalian sedih dan rasa terabai kerana janji Allah itu pasti seperti di dalam surah Muhammad ayat ke-7 yang nyatakan di atas tadi. Kepada para pejuang, jangan sesekali ragu-ragu dan merasa bersalah kerana terpaksa meninggalkan anak-anak kerana sibuk dengan perjuangan, kami anak-anakmu memahami dan kami bersedia menjadi penerus perjuangan ini. Yakinlah bahawa Allah tidak akan sia-siakan segala pengorbananmu.....TAKBIR!!! CORETAN RASA Humayra Mawaddah..."

hebatkan kehidupan mereka yang membantu agama ALLAH??? Walaupun hidup mereka bertatahkan mehnah dan tribulasi, diulit pengorbanan...namun jiwa yang ikhlas itu Allah balasi dengan pelbagai nikmat yang meningkatkan lagi iman mereka..yang menguatkan lagi semangat juang mereka untuk terus thabat di atas jalanNya..

ayuhlah sahabatku...kita dibekalkan dengan didikan agama yang sempurna...takkan kita hanya mengagumi dan memerhati...ayuhlah sama2 kita pasakkan niat untuk sama-sama berjuang dengan apa wadah sekalipun untuk Islam dinul haq...!!! Allahu Akbar!!!


luahan hati


aku menilai dari satu sudut ke satu sudut...
mencari keindahan iman di hati...
kata mereka..
halawatul iman itu sangat indah...
dia tidak kasih melainkan kepada ALLAH
dia tidak kasih melainkan kepada RASULULLAH
dia mengasihi sahabatnya melebihi dirinya
masyaALLAH..indahnya..

aku mnyelam lautan iman...
mencari jalan penyelesaian...
aku yakin akan hakikat kehidupan..
penuh dengan pancaroba..
penuh maksiat yang menyiat...
aku takut..
aku takut pada fitnah dunia..
aku takut pada panahan iblis laknatullah...



namun....
hati ini masih tidak tegar menghadapi ombak dunia...
padaNYA aku mengadu
moga diberi kekuatan iman
aku ingin menjadi insan yang soleh dan musleh
tinggi mujahadahnya
hebat tawakalnya
'azim semangat juangnya...
sahabat...berdoalah..
moga diri ini..
insan ini...
tegar di atas jalan juang ini..
demi menagih cinta kasih ILAHI
demi suatu cinta suci dan abadi...
semoga diri di kalangan pembangkit Islam
diri ini...srikandi sayap kiri perjuangan suci
aku dambakan rahmatNYA
aku dambakan kasihNYA


Ya Allah...
Kau thabatkanlah hatiku juga hati2 sahabatku
di atas agamaMU,
thabatkanlah hati kami dalam
jihad menegakkan kalimah la ilaha illallah...
thabatkanlah kami di atas jalanMU,
Engkaulah sebaik2 Pelindung...YA ALLAH..YA RAHMAN..YA RAHIM..


Bila berbicara soal hati ini...aku terkenang saat aku mengikat janji...mempertaruh diri demi Islam ditegakkan...

"Ya ALLAH..
Hati ini telah bersatu di perut bumiMU
Hati ini telah bersatu memikul beban dakwahMU
Hati ini telah mmengikat setia untuk mendaulat untuk mendokong
syariatMU di alam maya
maka ya Allah eratkanlah ikatan yang ada..
kekalkan kemesraan yang ada
tunjukkanlah jalan yang benar
tunjukkanlah dengan cahayaMU

tiada malam terangi alamMU
hidup suburkanlah dengan makrifahMU
tapi jika ingin mematikannya,
matikanlah sebagai syuhada'
dalam perjuangan menegakkan kalimah
LA ILAHA ILLALLAH...!!!!!!!!!!"





Saturday, May 2, 2009

ayuh kita renungkan situasi-situasi ini:


SEORANG wanita melintas jalan. Dia cantik dan bergaya. Kulitnya mulus, pipinya gebu, bibirnya ‘ulas limau’, alisnya lentik, hidungnya mancung, matanya bundar dan bercahaya. Dadanya juga agak bidang. Lengannya putih jari-jemarinya halus dan runcing. Baju sendat menampakkan pusat dan skirt pendek yang disarung ke tubuh beralun sekali-sekala mengikut pergerakan tubuhnya.

Mata-mata yang melihat mula berimaginasi. Imaginasi itu sudah pasti yang indah-indah dan sudah semestinya bukan hal-hal yang baik.

Di satu sudut yang lain, seorang gadis berpakaian sopan dengan bertudung sempurna duduk di tepi taman. Di sisinya seorang lelaki sederhana tinggi yang juga berpakian sopan. Tangan mereka saling bertaut. Kadang, tangan si lelaki juga menjalari tubuh gadis. Mereka tersenyum, ketawa dan kelihatan sungguh bahagia.


Kelihatan juga sekumpulan gadis yang masih berpakaian sekolah. Ketawa berdekah-dekah, saling bertepuk tampar. Sesekali jeritan nyaring memecah suasana. Beberapa orang daripada mereka tidak bertudung. Di jari mereka terselit sebatang rokok. Mereka menghisap rokok.


Agak pedih dengan paparan itu, mata menerawang ke arah lain. Sebuah motosikal dipandu agak laju. Penunggangnya seorang lelaki muda yang lagaknya seperti mat rempit. Pemboncengnya pula seorang gadis. Gadis seksi dengan kelibat punggungnya yang separa bogel sedang erat memeluk pinggang lelaki yang sedang menunggang motosikal.

Wanita masa kini begitu liberal atau terbuka dalam banyak hal. Lihat sahaja golongan artis yang bebas berpakaian seksi dan banyak kali terlibat di dalam kancah skandal seks serta gambar dan video lucah mereka tersebar megah di dalam internet. Bukan artis sahaja, pelajar sekolah dan gadis remaja juga sering terlibat dengan penyakit sosial yang memalukan itu.

MasyaAllah...hebatkan wanita hari ni??? bak kata ustaz ana.."muslimat ni cantik...cantiknya kerana adanya sifat malu..bila hilang rasa malunya..kita sendiri boleh lihat impaknya"..x ingatkah kita pada azab di akhirat sahabat-sahabat..x kesiankah kita pada mak abah??? x sanggup ana kalau di akhirat kelak ana heret mereka ke neraka dek perangai ana yang tak baik tu...x jelekkah kita pada apa yang dipaparkan di atas tadi???

muslimat pada hari ini terlalu liberal..ana menggunakan term 'muslimat' kerana ana kesal pada individu-individu muslim yang gagal mempraktikkan ajaran islam sebaiknya..tambahan pula bagi lepasan sekolah agama...betapa lengkapnya siri tarbiyah yang diberi..betapa saratnya pengisian yang disampaikan, masih ada yang gagal mempraktikkannya..moga-moga kita semua diberi hidayah...

wahai muslimat...sedarlah...dunia hampir sampai ke penghujungnya...kita tidak tahu bila datangnya qiamat....ayuhlah sama-sama kita muhasabah diri..perbaiki diri..ingatlah pada firman ALLAH.."tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untukberibadah padaKu"...perkasakan ubudiyyahmu pada yang MAHA PENCIPTA..bentengilah dirimu dengan sifat malu..agar kau selamat...


"sedarilah insan istimewa

bahawa kelembutan bukan kelemahan

bukan jua penghinaan dari Tuhan

tapi sebagai hiasan kecantikan..."

MASYAALLAH...hebatnya srikandi ini...



Kesabaran seseorang muslim dalam mempertahankan aqidah Islam ketika menghadapi suasana penindasan yang hebat merupakan contoh kesabaran yang agung. Pegangan aqidah yang bertunjangkan tauhid kepada Allah menjadi harta yang tiada ternila bagi setiap muslim. Ia adalah cahaya yang menyinari hidup insan dan penyelamat dalam mengharungi sengsara kacau-bilau pada hari pembalasan.

Perkembangan dakwah Rasulullah S.A.W pada peringkat awal banyak dibantu oleh kesabaran kaum muslimin dan muslimat dalam memepertahankan pegangan aqidah mereka. Sikap inilah yang membuahkan hasil yang amat berharga dalam sejarah perkembangan Islam hinggalah ke hari ini. Islam masih kekal dan terus mekar dalam jiwa setiap umat Islam.

Kisah seorang muslimat sejati bernama Zinnirah adalah antara contoh terunggul pengorbanan seorang muslimah demi mempertahankan aqidah yang telah meresap ke dalam lubuk hatinya. Beliau dipilih oleh Allah untuk menerima ujian yang cukup getir. Beliau menerima hidayah Allah pada peringkat awal dakwah Rasulullah S.A.W iaitu semasa baginda S.A.W berdakwah secara sembunyi-sembunyi di kalangan rakan karib baginda.

Dalam sejarah Islam, golongan yang pertama memeluk Islam inilah yang banyak menerima ujian daripada Allah. Zinnirah adalah seorang wanita berketurunan bangsa Rom. Beliau telah ditawan dan dijual di sebuah pasar di Mekah. Akhirnya beliau telah dibeli oleh Umar Al-Khattab untuk dijadikan hamba.

Dari segi fizikalnya, Zinnirah kelihatan seorang yang lemah, tetapi dari segi spiritualnya beliau mempunyai jiwa yang cukup kental dan tabah. Rasulullah S.A.W memulakan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi di kalangan orang-orang tertentu termasuk golongan bawahan. Antara yang menerima cahya keimanan ini ialah Zinnirah. Beliau telah menerima dengan sepenuh hati.

Pada peringkat awak keislamannya, Zinnirah melakukan suruhan-suruhan islam secara sembunyi-sembunyi, takut diketahui tuannya, Umar Al-Khattab. Beliau bersolat, berzikir, membaca Al-Quran, berdoa kepada Allah dengan penuh syahdu dan keinsafan. Semuanya dilakukan secara berhati-hati.

Penderitaan ke atas Zinnirah ini bermula setelah tuannya Umar Al-Khattab mengetahui keislamannya. Umar telah dapat menghidu perubahan yang berlaku ke atas diri hambanya itu. Setelah diselidiki, nyatalah bahawa hambanya meniggalkan agama nenek moyang dan menerima ajaran tauhid yang dibawa Nabi Muhammad S.A.W.

Umar Al-Khattab cukup terkenal dengan sikap memusuhi Rasulullah dan agama Islam sebelum keislamannya. Beliau selalu mencerca Muhammad S.A.w. Beliau mencabar sahabat-sahabat yang telah memeluk Islam dengan sikap berani dan tegasnya itu. Beliau sanggup menanam anaknya perempuannya hidup-hidup kerana malu dipandang masyarakat. Dengan sifat keberanian inilah yang telah mendorong Rasulullah S.A.W berdoa agar salah seorang daripada dua Umar di Mekah supaya memeluk Islam.

Zinnirah menjadi mangsa awal di atas sikap kebencian Umar Al-Khattab terhadap Islam dan kaum Muslimin. Apalagi, teruklah Umar menyeksa dan mendera Zinnirah dengan harapan Zinnirah akan kembali kepada agama asalnya dan meninggalkan Islam. Pelbagai seksaan dikenakan terhadap Zinnirah. Pukulan, hentakan, sepak terajang, dijemur di tengah-tengah panas terik adalh rutin kehidupan biasa Zinnirah. Semuanya dihadapi dengan tenang dan sabar, di samping hati dan jiwanya bergantung penuh kepada pertolongan Allah S.W.T.

Kemuncak penderaan terhadap Zinnirah ialah apabila matanya dicucuk dengan besi panas. Beliau kehilangan kedua-dua matanya dan terpaksa mengharungi hidup dengan penuh kegelapan. Matanya buta, tetapi hati dan jiwanya penuh dengan cahaya keimanan.

Iman menjadi penyuluh hidupnya dalam kesengsaraan azab dari tuannya. "Ini untukmu Ya Allah. Aku mengharungi kesengsaraan ini untuk mendapat kesenangan di akhirat kelak. Perjuangan ini sememangnya berat, selalu menderita dan sengsara kerana aku sedar untuk mendapat syurga. Aku terpaksa menagih ujian berat, sedangkan neraka itu dipagari oleh pelbagai kesenangan."
Inilah rintihan hati Zinnirah kepada Allah S.W.T ketika bermunajat kepada Allah di setiap malam sebagai penawar jiwa di atas segala kesusahan yang dia hadapi. Jiwanya semakin kukuh. Imannya semakin teguh.
Pengorbanan Zinnirah mendapat cercaan kaum musyrikin Mekah. Pelbagai cacian dilemparkan kepadanya. Mereka mengatakan Zinnirah buta kerana dilaknat oleh tuhan Latta dan Uzza. Mereka mencabarnya kerana Zinnirah mempertahankan diri dengan mengatakan dirinya buta bukan kerana tuhan mereka, sebaliknya ia adalah perbuatan Umar dan Allah mengizinkan ianya berlaku.

Walaupun diuji dengan pelbagai rupa, keyakinannya kepada Allah tidak berubah. Allah memberi karamah kepadanya. Matanya yang buta itu dapat melihat kembali dengan karamah Allah S.W.T. Dia dapat menikmati semula keindahan ciptaan Allah S.W.T. Hatinya dengan penuh kesyukuran kepada Allah dan imannya semakin tinggi. Dengan taufiq hidayah Allah, Umar akhirnya memeluk Islam jua.
ZINNIRAH...srikandi sejati..

Wednesday, May 20, 2009

UiTM:Faculty of Law

UiTM

salamun 'alaimkum...
tak sampai 2 hari lagi saya bakal menjejakkan kaki ke UiTM Shah Alam tanpa saya tahu ruh sosialnya bagaimana di sana? Tanpa saya tahu rentak pengurusannya bagaimana? Tanpa saya tahu masyarakatnya bagaimana? Sudah tentulah ianya menjadi cabaran yang hebat buat diri yang masih mentah dan masih perlukan tarbiyah ini. Justeru, saya mula membuat persediaan,memupuk minat dan mahu..bak kata orang minat itu boleh dipupuk dan mahu itu boleh dicetus..

Selalu terdetik kat hati saya kuatkah saya tuk menghadapi situasi luar sana. Sememangnya tak dapat dinafikan lagi kehidupan luar tidaklah se'secure' kehidupan di sekolah. Ye lah..xkan lah kita nak selamanya di bangku sekolah. Jadi, by hook or by crook, I need to be strong! Kena kuat lah hadapi cabaran..harapnya sahabat2 mendoakan diri ini..rasanya seperti sebatang kara di sana..X pe..I'll never scare since I Know that Allah will always be with me!

Sebenarnya, bidang undang-undang ini tidak pernah saya minat.Tetapi minat itu mula dipupuk seiring dengan permasalahan sosiopolitik sekarang. Tak dapat dinafikan keadilan mesti ditegakkan! al-Haq hua al-Haq, wa al-Batil hua al-Batil! Bukan senang nak cari orang yang tulus dalam kerjayanya. Sekarang ni, manusia mudah dibeli..tul tak?? Keadilan dipinggirkan, nafsu diutamakan..teruk! teruk!


Jadi, di sini saya belajar sesuatu..betapa pentingnya keikhlasan dalam bekerja..betapa pentingnya ketaqwaan dalam diri..bila ada rasa takut pada Allah, semua perkara akan ada pada tempatnya..takkan salah lagi..jadi, saya memasang cita-cita besar untuk menjadi seorang pembela agama ("the lawyer of the Deen"~shoutout kak nurul) yang sebenar-benarnya..walaupun berat untuk melafazkan, tapi saya rasa ia perlu sebagai satu pencetus semangat dalam diri ini..sahabat2 viewer..sambil baca, sambil doakan saya ye..doa kalian sangat saya dambakan..

Dr. Abdul Aziz Bari...seorang yang saya dikagumi dari sudut perlembagaan
Tiada apa yang lebih utama melainkan ketaqwaan pada Allah. Bila ada rasa takut pada Allah, segala perkara akan berlandaskan hukum-hakamnya.
















Tuesday, May 19, 2009

resensi:TARBIYAH RUHIYAH



Seorang sahabat memperkenalkan kepada saya sebuah bacaan fikrah "TARBIYAH RUHIYAH" oleh DR. Abdullah Nashih Ulwan. Malangnya..saya belum berpeluang untuk mendapatkan buku tersebut..Jadi saya pun mencari-cari tentangnya di arena tanpa sempadan (internet) ini... alhamdulillah..kutemuinya...apa salahnya jika saya kongsikan di sini beberapa intipati buku tersebut...

DR. Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya yang berjudul Tarbiyah Ruhiyah menyebutkan bahwa ada lima faktor penting dalam mencapai takwa.

1. Mu’ahadah

Mu’ahadah adalah mengingat perjanjian-perjanjian yang telah kita buat kepada Allah. Hendaknya setiap kita menyendiri dan mengingat perjanjian-perjanjian yang telah kita buat kepada Allah. Dengan mu’ahadah kita akan tetap istiqamah dalam melaksanakan syariat Allah

2. Muraqabah

Muraqabah adalah merasakan keagungan Allah di setiap waktu dan keadaan, serta merasakan kebersamaannya dalam sepi maupun ramai. Dengan muraqabah kita akan ikhlas, karena setiap fi’il adalah untuk-Nya. Dengan muraqabah kita akan istiqamah. Tak terpengaruh oleh situasi dan kondisi.

3. Muhasabah

Makna muhasabah adalah hendaknya seorang muslim menghisab dirinya setelah melakukan sebuah amal. Apakan amal itu benar-benar semata untuk meraih ridha Allah ataukah tercampur dengan kepentingan pribadi, riya, ujub atau malah telah mengurangi hak-hak orang lain? Apakah amal yang kita lakukan sudah maksima? Atau dilaksanakan sekedarnya?Di samping itu muhasabah juga melakukan perhitungan diri antara amaliyah dan dosa. Apakan amaliyah yang kita lakukan sudah cukup menutup dosa? Lalu bagaimana dengan taubat kita? Dengan muhasabah kita akan terbebas dari penyakit hati.

4. Muaqabah

Muaqabah adalah pemberian denda. Sudah sepatutnya bagi kita jika kita telah melalaikan Allah, kita denda diri kita sebagai mana orang tua memberi hukuman kepada anaknya yang bersalah. Semoga dengan melakukan muaqabah kita menjadi jelik untuk berbuat dosa.

5. Mujahadah

Mujahadah adalah bersungguh-sungguh dalam melaksanaan ibadah. Di sana ada makna memaksakan diri untuk berbuat yang terbaik, menyerahkan yang terbaik dan mengoptimumkan diri dalam beramal. Ibadah adalah tarbiyah. Dengan mengerahkan diri untuk beramal, itu ertinya kita membangkitkan potensi yang terpendam dalam diri kita. Maka integriti kita akan semakin meningkat.

Faktor-faktor yang menyuburkan ruhiyah
Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 2 iaitu kelompok yang berkaitan dengan kepekaan jiwa dan kelompok amaliyah lahiriyah.

1. Yang termasuk kelompok yang berkaitan dengan kepekaan jiwa adalah:

a. Selalu merasakan muraqabah kepada Allah

Hendaklah kita selalu meyakini bahwa Allah selalu bersama kita dimanapun kita berada. Ia Maha Melihat, Maha Mendengar, juga Maha Mengetahui. Dan dalam muraqabah secara konsisten ini cukuplah kita mencontoh Umar ibn Khattab r.a. Disana ada seorang gembala yang muraqabah, seorang gadis yang muraqabah, juga seorang istri mujahid yang muraqabah.

b. Mengingat kematian dan kehidupan sesudahnya

Apabila seorang mukmin senantiasa mengingat bahwa kematian pasti menjemputnya, lalu ia akan ditanya dalam kesendiriannya dalam kubur, tentu hatinya akan peka kepada perasaan takut kepada Allah, jiwa raganya akan tergerak untuk beramal shalih demi membawa bekal kepada hari yang dijanjikan. Karenanya maka dzikrul maut adalah sesuatu yang urgent untuk dilakukan.

Bahkan Rasulullah pun menegaskan bahwa mukmin yang paling bijak adalah mukmin yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak persiapannya untuk menghadapinya.

c. Membayangkan hari Akhirat dan hal-hal yang berkaitan dengannya

Ketika kita membayangkan peristiwa-peristiwa yang di alami oleh ahli surga dan ahli neraka, kejadian dipadang mahsyar, dibaginya catatan amal perbuatan, perjalanan pada titian sepertujuh rambut, maka kita akan terlecut untuk beribadah dan bersungguh-sungguh mendekatkan dirinya pada Allah. Bahkan seluruh jiwaraga akan bangkit untuk melaksanakan amal shalih untuk hari akhir nanti agar kita termasuk orang-orang yang saling ridha kepada Allah.

Karena itu marilah kita bayangkan peristiwa-peristiwa itu:

  • Di mana kita dibangkitkan dari kubur dalam keadaan ridak berpakaian dengan cemas yang mengabut cuaca
  • Di mana mentari mengusap kepala dan peluh mengolam laut
  • Di mana bumi menjadi saksi bicara dan kita tak mampu berharap
  • Di mana kita melupa siapa di atas mizan, di depan kitab perbuatan dan pada titian jahanam
  • Di mana jasad menghianati nafsu dan lisan

Marilah kita ingat pula tentang gelapnya jahanam, tentang dalamnya neraka, tentang bahan bakarnya adalah batu dan kita, tentang busuk baunya, tentang zaquum, juga tentang airmata darah ahli neraka yang memarit.

Tetapi jangan pula dilupakan bahwa Allah juga telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Nya yang shalih apa yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terdetik di dalam hati manusia. Yakni diperkenankan untuk melihat Allah secara langsung sebagai nikmat yang terbesar.

2. Faktor-faktor Amaliyah Lahiriyah:

a. Tilawah Al-Qur’an dengan tadabbur

Bacaan yang disertai tadabbur yang khusyu’ mampu mempertajam pandangan yang sudah tumpul, pemusnah pandangan yang sempit dan ubat bagi hati yang sakit. Hendaknya kita menjadikan al-Qur’an sebagi sahabat yang tak pernah kita tinggalkan barang sehari. Karena dengan Al-Qur’an kita menjadi dekat dengan Allah. Ialah furqan yang membedakan haq dan batil. Biarkan Qur’an menyapa hati, ruh dan fikiran kita. Dengan menjadikan Qur’an sebagai rujukan kita tak akan tersesat dalam berjalan.

b. Hidup bersama dengan Rasulullah dan mencontoh sirahnya yang Agung

Beruntunglah kita sebagai umat Muhammad saw. Karena beliau adalah uswah hasanah, qudwah shalihah dan pedoman terbaik di dunia ini. Allah telah memilihkan bagi kita sosok tanpa cela untuk diikuti. Seorang raja yang juga rahib. Seorang bijaksana yang juga pemberani.

Sudah sepatutnya seorang da’i mencontoh Rasulullah dalam beragama dan keduniawian. Dalam ibadah, dalam kezuhudan, ketakwaan, kesabaran dan kelembutan, keteguhan prinsip, keberanian, kekuatan fisik, serta kehangatan cintanya.

c. Selalu menyertai orang-orang pilihan yang mereka yang berhati bersih dan mengenal Allah.

Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintainya. Karena itulah kita patut untuk bergaul dan bersama dengan orang-orang yang shalih dan ikhlas. Kita memerlukan mereka karena mereka akan menjaga ketakwaan kita. Meliputi lingkungan kita dengan dzikir dan ketaatan. Saling menasehati dalam kebenaran, dalam kesabaran dan dalam kasih sayang. Hidup seorang mukmin dengan orang yang salih seperti hidup seekor ikan di dalam kolam.Sungguh indah ukhuwah dalam iman dan ketakwaan, percintaan dalam pengabdian, persaudaraan dalam jihad dan kebenaran, dan kasih-sayang dalam penghambaan.

d. Dzikir kepada Allah dalam setiap waktu dan kesempatan

Dzikir adalah mengingat Allah dalam semua kondisi. Dzikir terdiri atas dzikir hati, pikirian, lisan dan perbuatan. Dzikir perbuatan mencakup tilawah, ibadah dan menuntut ilmu. Berdzikirlah dengan sungguh-sungguh secara konsisten. Semoga kita naik ke ketinggian rohani, mendapat kehormatan dalam munajat, menjadi seorang yang khusyu’, dan tak pernah terjebak dalam maksiat kepadanya.

e. Menangis kepada Allah dalam waktu khalwat

Kala kita berkhalwat (qiamullail), membayangkan keberpalingan kita dan kemaksiatan yang kita lakukan, membayangkan akhirat dan bekal yang telah kita persiapkan untuknya, membandingkan kualiti ibadah kita dengan para salafus-shalih, maka semoga hati menjadi lembut, jiwa menjadi bergetar, dan tanpa terasa airmata jatuh di pipi. Tak hanya itu, hendaknya kita mampu menangis karena: takut riya dalam ibadah, takut ujub dalam kecukupan, takut nifaq dalam bergaul, dan takut sombong dalam berhias. Sungguh dosa-dosa itu tak pernah kita sadari menyelusup dengan halus ke dalam hati yang merasa aman dalam pengabdian kepada Allah.

Orang yang paling takut adalah orang yang paling mengenal dirinya dan Rabb-nya. Karena itulah Allah telah memberikan keistimewaan pada tangisan kita hari ini dengan tawa diakhirat kelak. Orang yang menangis berada dalam naungan pada hari tak ada naungan kecuali naungan Allah. Orang yang menangis, akan terbebas dari azab Allah. Orang yang menangis berada dalam ampunan dan maghfirah-Nya. Dan orang yang menangis berada dalam limpahan cinta dan kasih-Nya.

f. Bersungguh-sungguh membekali diri dengan Ibadah nafilah.

Ibadah nafilah merupakan saranan pembekalan diri seorang hamba apabila si hamba merasa kurang dengan kewajiban-kewajiban yang telah ia laksanakan. Semoga dengan ibadah nafilah kita diangkat ke tempat yang terpuji.Sebenarnya banyak sekali ibadah nafilah yang dapat dilaksanakan, beberapa yang terpenting di antaranya : Shalat Lail, Shalat Dhuha, Shalat Awwabin, Shaum Senin-Kamis, Shaumu-Daud, Shaum Yaumul-‘Arafah, Shadaqah Nafilah dll.

Pengaruh Tarbiyah Ruhiyah dalam Pembinaan, Perbaikan dan Pembaharuan Ummat

Apabila kita telah memancarkan rohani, berhubungan erat dengan Allah dan ketakwaan, maka tersingkaplah makna dan hakikat. Terbukalah rahsia-rahsia yang hanya dapat di tangkap oleh orang yang bijak dan takwa.Apabila jalan rohani telah kita daki. Dan darjat takwa telah kita raih. Cinta kasih-Nya telah meliput diri. Maka Cahaya Iman akan memancar dalam setiap desah nafas. Cahaya itu akan menyapa sekeliling bagai mentari. Jika cahaya itu menyirami hati yang kerontang, maka suburlah hati itu. Jika cahaya itu menyinari kegelapan batin, tentu teranglah ia.Maka jalan da’wah akan terasa mudah, perjuangan akan terasa ringan, dan pengorbanan menjadi suatu kejamakan. Kekuatan ruhani inilah yang nantinya menjadi senjata yang mematahkan tiang pancang kebatilan, menghancurleburkan kemaharajalelaan, dan proklamator kemenangan da’wah dan peradaban islam.Semoga kita mewujudkannya. Amin.

p/ss:>>semoga suatu hari nanti saya akan memperoleh buku ini..

Monday, May 18, 2009

abu bakar as-siddiq VS umar al-khattab...RAHMAT BAGI JEMAAH ISLAM


Bagi pengamal sirah para sahabat r.a., akan mendapati bahawa antara kedua-dua pimpinan tertinggi khilafah Islamiyah selepas kewafatan baginda Rasulullah s.a.w. iaitu antara Khalifah Sayidina Abu Bakar as-Siddiq dan Sayidina Omar bin al-Khattab, mempunyai perwatakan dan keperibadian yang sama sekali berbeza antara satu sama lain.


Ini kerana ada yang ulama sirah seperti Prof Dr Yahya Ismail, pensyarah Hadis di Fakulti Usuluddin, Universiti al-Azhar dalam buku sirahnya berpendapat, bahawa kelainan perwatakan yang ada antara kedua-duanya merupakan satu anugerah Allah yang paling besar ke atas umat Islam. Ini kerana Sayidina Abu Bakar sering dikaitkan dengan seorang yang bersikap lemah lembut dan mirip kepada sifat berkasih sayang, sementara Sayidina Omar pula ada yang mengaitkan dengan seorang yang tegas, berani dan agak sedikit keras.


Kedua-dua perwatakan tersebut sebenarnya amat diperlukan dalam sebuah 'jemaah Islam' yang bercita-cita memperjuangkan Islam dalam segenap aspek kehidupan, terutamanya bagi memastikan undang-undang negara berdasarkan prinsip hukum Ilahi. Ini kerana kedua-dua cara dan penampilan kedua-dua pimpinan khalifah tersebut sesuai sepanjang zaman di mana wujudnya kambing-kambing hitam yang mahu menumbangkan pemerintahan secara tidak demokratik.


Apa yang kita boleh belajar daripada kedua-dua tokoh sahabat Rasulullah berkenaan, ialah salah seorang daripada keduanya memiliki sifat 'low profile' dan seorang lagi tegas, lebih-lebih lagi berlaku insiden atau tragedi yang menyanggah kesucian agama, ia dapat dilihat dalam satu peristiwa selepas berakhirnya perang Badar Kubra.


Dalam peperangan itu, umat Islam berjaya membunuh kira-kira 70 musyrikin dan menawan 70 yang lain, baginda Rasulullah s.a.w. tidak dapat memutuskan kedudukan 70 tawanan tersebut. Maka kedua-dua Abu Bakar dan Omar dipanggil untuk mendapatkan pendapat mereka. Sayidina Abu Bakar mencadangkan agar setiap daripada tawanan berkenaan mengajar 10 anak orang Islam mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan ilmu peperangan, cara-cara membuat senjata dan sebagainya, jika projek itu berjaya bermakna 700 anak-anak orang mahir dalam bidang peperangan.


Rasulullah bersetuju dengan pendapat Abu Bakar itu, walau bagaimanapun baginda tetap mahu mendengar pendapat daripada Sayidina Omar pula. Omar juga menyatakan bahawa pendapat Abu Bakar itu ada kebenarannya, tetapi baginya disebabkan puak-puak musyrikin itu adalah punca kepada berlakunya penyelewengan terhadap umat manusia, maka beliau mecadangkan agar kesemua mereka yang ditawan itu dipancung sahaja kepala mereka.


Rasulullah s.a.w. tidak dapat nak memutuskan antara kedua-dua pendapat itu, namun baginda menegaskan bahawa mahu berjumpa mereka berdua pada keesokan hari di tempat yang sama. Pada malam itu Allah SWT memutuskan keputusannya mengenai kedudukan tawanan perang melalui ayat 67 surah al-Anfal sebagai teguran kepada Nabi: "Tidaklah patut bagi seseorang Nabi mempunyai orang-orang tawanan sebelum dia dapat membunuh sebanyak-banyaknya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda dunia (yang tidak kekal), sedang Allah menghendaki (untuk kamu pahala) akhirat. dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana."


Boleh dibuat kesimpulan mengenai ayat di atas, bahawa Allah SWT mahu agar Nabi-Nya membunuh (dengan memenggal kepala) para tawanannya, ada mufassir menyebut seolah-olah pendapat Omar menepati ayat yang telah Allah tentukan sejak di 'Luh Mahfuz' lagi kedudukan mereka yang menentang Rasulullah. Ia bukanlah satu pendapat yang memperlihatkan kegarangan Omar, akan tetapi merekalah punca ramai manusia menentang Allah SWT.


Setelah kewafatan baginda Rasulullah, tampuk pemerintahan diserahkan kepada Sayidina Abu Bakar dengan cara syura dijalankan. Abu Bakar berpegang prinsip yang menepati cara dan kaedah perwatakannya. Justeru beliau memilih orang yang tegas dalam memimpin ketumbukan perang agar ketahan Islam dapat dipelihara. Khalid Bin al-Walid menjadi pilihannya, kerana Khalid adala individu yang suka berperang dan mempunyai banyak pengalaman dalam peperangan.


Ringkasnya, apabila Sayidina Abu Bakar meninggal dunia, jawatan itu tidak dikekalkan Omar kepada Khalid, kerana Omar tahu bahawa beliau dan Khalid mempunyai watak yang sama, nanti mereka berdua akan bertindak mengarahkan agar umat Islam sentiasa berperang. Khalid menerima pelucutan jawatannya sebagai panglima perang, kerana beliau juga tahu keadaan tersebut, maka Sayidina Omar melantik Sa'ad Bin Abi Waqqas yang memiliki ciri-ciri yang ada pada Abu Bakar.


Maknanya, kedua-dua Sayidina Abu Bakar dan Omar memahami tuntutan berjemaah, di mana perlu ada seorang yang berwatak agak tidak keras dan seorang lagi berwatak agak tegas pada satu-satu masa. Inilah yang mereka belajar daripada Sirah baginda Rasulullah s.a.w. yang mahukan kedua-dua watak itu wujud dalam 'jemaah Islam'.


Demikianlah kita lihat bagaimana strategiknya sirah perjuangan nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabat. Seharusnya perkara ini diteladani dan diambil ihtimam oleh semua pecinta agama..


dipetik dari : harakahdaily.net

MUHADHARAH MMPS


Majlis Muhadharah MMPS 2009 mendambakan 1001 revolusi dalam perkembangan diri MMPS Generation..Majlis ini diadakan bagi mencungkil bakat pelajar-pelajar ma'ahad di samping membentuk wawasan dalam diri mereka...alhamdulillah sambutan yang diberikan amat menggalakkan dan program ini sedikit sebanyak memberi harapan baru kepada guru-guru akan bakat yang sedia ada pada pelajar-palajarnya like wut MR. AZMAN always says.. ((MMPS GENERATION.., EXCELLENT!!!)) kepada sahabat-sahabat PERTINAM..tahniah atas usaha murni ini dan semoga ia meningkatkan lagi hamasah qiyadah dalam diri kita..apa yang penting??? KERJASAMA!!! n ikhlas lillahi ta'ala...mabruk 'alaina..




dan ini..USTAZAH NAWAL..yang menunggu sahabat2 PERTINAM di Mesir, bumi anbiya'..lubuk ilmu bagi pecinta ad-deen..jadi sahabat2..pulun,pulun n terus pulun!!! moga2 mumtaz semuanya...then, fly to mesir...syoknya!!! insyaALLAH..mudah-mudahan..
~SESUNGGUHNYA PENGALAMAN ITU MENJADIKAN SESEORANG LEBIH MATANG~

Sunday, May 17, 2009

QIRAAH...

ana kagum pada shout out yang berbunyi " READ! YOU'LL CONQUER DA WORLD!!!"..By this kind of sayings, I start to make up a very serious reading... why not??? the holy quran also stress on us by "IQRA!" meaning read!


reading is the key to all kind of knowledge...reading make us to be more mature..be an open-minded person..reading lead us towards wisdom..so..never waste ur time!!! let us take the book!!read, read n read...


reading is interesting...reading is fun...once we read we are widening our thinkings...be possitive...as a muslim it's a must for us to read...improve our knowledge so that we will come out as intelectuals-great thinkers..

izan, hayya naqra'!!!let's make reading as a lifestyle of an islamic generation...never miss the power of knowledge..as an islamic generation, we have to be da best...don't make others especially the israeliyyat facts colonize our minds..WE ARE THE KHALIFAH OF ALLAH!!!WE HAVE DA RESPONSIBILITY TO PROTECT OUR DEEN!!! BE READY...




sayangnya pada mereka!!!

It's all about my housemate..how they make me really proud of them...how they appreciate me..it's really different..it's really touching..praise to ALLAH for His precious gift..


inilah kad yang memang sangat2 menarik dari sahabiah darul faiz...alhamdulillah..ukhuwwah ini terlalu indah bagiku...betapa besarnya nikmat ini..bersyukur pada Allah...jom kita tengok dalam pulak..

inilah isi dalamnya..penuh dengan kata2 perangsang buat diriku..betapa sahabat2 mengasihi diri ini..xkan kulupa mereka dalam bait doaku..moga mereka beroleh kejayaan, membawa sinar buat ISLAM deenul haq!

jom kita kenal sahabat2ku...


ini adik2ku yang manja..baik..comey..hu2...umairoh n musawwirah..all da best for da PMR exam..9 a's ek...take da challenge!

ini sahabiat min key-ell(nabilah eja cmnie..)..dari kiri: k sya, k ina n nblah..asalnyer smua cute tp..kmbg la plak kat cnie..sesungguhnya manusia itu adalah kejadian yang terbaik...insyaALLAH smua mumtaz!!!


ini pun kabur lagi..tapi tak pe..senyum tawa ntunna kkal disnubari..nasihah,hajar,zulaikha n ayu...belajar rajin2...belajar ilmu agama nie x rugi..bila dah mumtaz leh g mesir..blajar ilmu byk2..pturun ke ambo..yang penting belajar lillahi ta'ala..x g 2???




ini semua min ma'ahad langkawi...smuanya ceria2...hanim, kakcu, aisyah, kakfairuz, yantie, n fyqah!!! strive towards excellent!!! insyaAllah..do the best n let Allah do da rest,k???...MUMTAZ will be ur's..tp..syafawati x de lak kat cnie...will be flying to jordan in short time, right???k..all da best to u too..syoknya pi jordan!!!

hm...semoga pertemuan n perpisahan kita lillahi ta'ala..semoga persahabatan kita berlandaskan aqidah yang benar..menjanjikan pertemuan di syurga kelak...YA ALLAH..besarnya nikmatmu pada kami...KAU kurniakanlah kejayaan buat kami...moga dengan kejayaan kami itu...menjadi pemangkin pada kegemilangan ISLAM...amin..

"aku mencintai sahabat dengan segenap jiwaku,
sahaba yang baik adalah sahabat yang seiring denganku
dan yang menjaga nama baikku
ketika aku hidup dan selepas aku mati...
kuhulurkan tangan buat sahabatku untuk berkenalan
kerana aku akan merasa senang...
semakin ramai sahabat, aku semakin percaya diri..
aku selalu berharap mendapat sahabat sejati
yang tidak luntur di dalam suka dan duka...
jika aku dapat, aku akan setia padanya"..
kata-kata pinjaman dari Imam Syafie..




TRIBUTE BUAT GURU


POST INI KHAS KUPERSEMBAHKAN BUAT GURU-GURU YANG PERNAH MENDIDIKKU DI TASKI ABIM, SKPTD, SKTR, SMKAB, KISAS, DAN MMPS..JUGA BUAT EMAK YANG JUGA SEORANG GURU DALAM HIDUPKU...


Masih jelas diminda
bisikan suaramu..memanggil
Di situ
langkahku bermula
mengejari cita..
kau disisi

Lantas ku utuskan
lagu untuk menyatakan
terima kasih guru
kerna hulur tanganmu
ku menghargai setulus jiwaku
bicaramu guru
kan ku ingat selalu
menjadi azimat
hingga ke akhirnya

Guru..
ibarat pelita
sentiasa menyinar
kamar hidupku..

Guru..
kau pewaris ilmu
mendidik diriku
hinggaku berjaya

Andai diberi peluang
inginku terbang tinggi
di awangan
kanku petik
bintang-bintangku
jadikan hadiah untukmu
moga tuhan merahmatimu
Terima Kasih..


16 Mei..teringat aku pada murabbi yang banyak berjasa dalam siri perjuangan hidupku selama mana aku menuntut ilmu..terima kasih buat cikgu2, ustaz2, ustazah2, teachers yang tegar mendidikku..melayani kerenahku..

bila dikenang balik..memang hebat cikgu2ku dahulu..saat aku di bangku sekolah rendah,betapa mulut ini berat berbicara..puas cikgu2 memujuk..tapi sekarang segalanya berbeza..mulut ini sudah ramah berbicara..pandai btul cikgu2 sekolah rendahku mencungkil talentku..suruh bercerita..Bnasyid..msuk koir..jd guru muda dlam kelas ..smua tu membantu aku untuk berani kahadapan...trima kasih cg...

melangkah ke alam perseolahan peringkat menengah lebih mendidik jiwaku supaya menjadi kental..sekental jiwa aisyah al-humayrah..sekencang sumayyah..pelbagai situasi telah kualami..pabila jiwaku nyaris tersungkur dek tidak tahan dengan ujian yang menimpa, guru itu datang memelukku..membelai seperti aku ini anak kandungnya..setiap kalimah yang dilontarkan berunsur nasihat yang akhirnya mendidik jiwaku supaya lebih tabah menghadapi mehnah dan tribulasi yang mendatang..alhamdulillah..ALLAh itu MAHA ADIL..dikurniaNya kepadaku guru-guru yang memahami..yang tinggi kasih-sayangnya..yang mulia jiwanya...

YA ALLAH..AKU BERSYUKUR PADAMU KERANA TELAH MENGURNIAKAN AKAU SAFF GURU2 YANG AMAT MULIA JIWA MEREKA..YANG TINGGI NILAI KASIHNYA..YA ALLAH..DENGAN RAHMATMU..KAU RAHMATILAH GURU-GURUKU..SESUNGGUHNYA MEREKA BANYAK BERJASA KEPADA DIRIKU..KAU MURAHKANLAH REZEKI MEREKA..SEMOGA DAPAT KAMI BERTEMU DI GERBANG SYURGAMU..AMIN...



Monday, May 11, 2009

sahabatku : anak seorang pejuang




dalam meniti dunia globalisasi, semakin ramai umat yang tercicir dari ajaran Islam. Syukur alhamdulillah kerana di negara kita masih ramai ulama' dan aktivis-aktivis yang bergerak demi kelangsungan tarbiyah di baldatul islamiah ini...alhamdulillah..

ana mengagumi seorang sahabat ana yang keluarganya mempunyai fikrah yang tinggi.. penghayatan terhadap konsep amal islami difahami dan diamalkan dengan baik..ayahnya seorang pejuang dan ibunya pula merupakan sayap kiri perjuangan yang tidak pernah tersungkur di jalan dakwah...betapa Allah itu Maha Adil...mentakdirkan seorang srikandi yang baik untuk mujahid yang sudah tentu baik dari segi ibadatnya, muamalatnya, juga sahsiahnya...seperti umminya dan abinya...juga seperti emakku dan abahku..
ana ingin membawa sahabat-sahabat menelusuri kehidupan sahabat ana yang sudah pasti menarik hati pencinta harakah Islamiyah..juga buat mereka yang mencintai kehidupan berjemaah....

Surah Muhammad : 7 Maksudnya:
" Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama ALLah nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "

"Aku dilahirkan dalam keluarga yang menekankan agama. Ayah ku seorang doktor dan ibuku seorang suri rumah. Mereka juga merupakan aktivis masyarakat dan penggerak sebuah parti Islam yang telah lama bertapak di bumi Malaysia ini. Sejak kecil saya dan adik beradik yang lain dididik untuk berdikari dan sentiasa dibawa untuk bersama-sama mengikuti program-program jemaah. Bagi kami istilah seperti usrah, tamrin, tarbiyyah sudah tidak asing lagi. Jika kami tidak ikut serta dalam program, kami sering ditinggalkan di rumah bersama kakak yang sulung yang umurnya pun ketika itu tidak sampai 12 tahun.

Kadang-kadang keadaan tersebut menyebabkan aku sering terasa diabaikan kerana kesibukan ayah dan ibu. Ketika aku meningkat remaja, aku terpilih untuk ke sekolah berasrama penuh. Pada hari pendaftaran aku tidak ditemani oleh ibu bapaku seperti mana sahabat-sahabat lain. Ayah, ibu dan adik-adik berada di luar negara selama setahun kerana tugasan ayah. Aku cuba untuk hidup berdikari. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, namun kelibat ibu bapaku masih tidak muncul untuk datang melawatku.
Setiap kali hari kunjungan keluarga, aku akan menunggu di tepi kantin dengan harapan ibu bapaku akan datang walaupun aku tahu itu tidak mungkin terjadi kerana mereka berada nun jauh di seberang lautan. Memang benar pepatah mengatakan `penantian satu penyeksaan’. Sekian lama mengharap,pada suatu petang aku mendengar namaku dipanggil di corong pembesar suara. Pada waktu itu hanya Allah yang tahu betapa gembiranya hatiku.

Dari jauh aku nampak kelibat ibu bapaku, tanpa di sedari air mata kesyukuran jatuh bercucuran. Penantian setahun kini berakhir. Pada tahun berikutnya aku menghadapi peperiksaan yang besar iaitu SPM. Seperti sahabat-sahabat lain aku mengharapkan keluarga ku datang untuk memberi semangat kepadaku untuk belajar. Namun setiap kali aku menelefon ibu bapaku pasti mereka akan jawab,"ibu ada program hujung minggu ni","minggu ni ibu ada usrah","ayah kena rasmikan majlis ni minggu ni" dan jawapan-jawapan sepertinya yang lain.

Jarang sekali mereka berkelapangan untuk datang melawatku di sekolah. Sahabat-sahabat ku selalu bertanya kepada aku," anti ni orang Selangor je tapi jarang ana nampak keluarga anti datang". Aku hanya mendiamkan diri, diam seribu bahasa. Aku tahu jika aku terangkan kepada mereka pun, mereka tidak akan faham. Kadang-kadang pernah terdetik di hati ku, adakah adil semua ini untuk aku. Namun cepat-cepat aku padamkan perasaan itu.

Ibu selalu berkata, "kerja-kerja jemaah inilah yang memberi keberkatan dalam hidup kita". Kenyataan itu tidak dapat aku nafikan. Aku dan adik beradik yang lain lebih mudah memahami sesuatu pelajaran berbanding orang lain. Banyak kejadian dalam hidup keluarga kami membuktikan pertolongan Allah sangat jelas datang membantu. Contohnya ketika keputusan SPM diumumkan. Aku berjaya mendapat keputusan yang cemerlang. Aku yakin bahawa kejayaan ini hasil keberkatan daripada kerja-kerja jemaah yang dilaksanakan oleh ibu bapaku.

Kini aku pula terlibat dengan kerja-kerja jemaah. Aku mula memahami betapa pentingya perjuangan ini , perjuangan yang tidak menjanjikan ganjaran wang ringgit bahkan kekadang mengundang kebencian manusia. Namun hanya keredhaan Allah didambakan agar agama Allah dapat didaulatkan di atas muka bumi ini. Kerja yang memerlukan banyak pengorbanan ini tidak semua orang sanggup memikulnya. Ada yang gugur di tengah jalan kerana tidak mampu menghadapi cabaran-cabaran dalam berdakwah.

Aku mula menyedari dan memahami penglibatan ibu bapaku selama ini. Kepada semua anak-anak pejuang, janganlah kalian sedih dan rasa terabai kerana janji Allah itu pasti seperti di dalam surah Muhammad ayat ke-7 yang nyatakan di atas tadi. Kepada para pejuang, jangan sesekali ragu-ragu dan merasa bersalah kerana terpaksa meninggalkan anak-anak kerana sibuk dengan perjuangan, kami anak-anakmu memahami dan kami bersedia menjadi penerus perjuangan ini. Yakinlah bahawa Allah tidak akan sia-siakan segala pengorbananmu.....TAKBIR!!! CORETAN RASA Humayra Mawaddah..."

hebatkan kehidupan mereka yang membantu agama ALLAH??? Walaupun hidup mereka bertatahkan mehnah dan tribulasi, diulit pengorbanan...namun jiwa yang ikhlas itu Allah balasi dengan pelbagai nikmat yang meningkatkan lagi iman mereka..yang menguatkan lagi semangat juang mereka untuk terus thabat di atas jalanNya..

ayuhlah sahabatku...kita dibekalkan dengan didikan agama yang sempurna...takkan kita hanya mengagumi dan memerhati...ayuhlah sama2 kita pasakkan niat untuk sama-sama berjuang dengan apa wadah sekalipun untuk Islam dinul haq...!!! Allahu Akbar!!!


luahan hati


aku menilai dari satu sudut ke satu sudut...
mencari keindahan iman di hati...
kata mereka..
halawatul iman itu sangat indah...
dia tidak kasih melainkan kepada ALLAH
dia tidak kasih melainkan kepada RASULULLAH
dia mengasihi sahabatnya melebihi dirinya
masyaALLAH..indahnya..

aku mnyelam lautan iman...
mencari jalan penyelesaian...
aku yakin akan hakikat kehidupan..
penuh dengan pancaroba..
penuh maksiat yang menyiat...
aku takut..
aku takut pada fitnah dunia..
aku takut pada panahan iblis laknatullah...



namun....
hati ini masih tidak tegar menghadapi ombak dunia...
padaNYA aku mengadu
moga diberi kekuatan iman
aku ingin menjadi insan yang soleh dan musleh
tinggi mujahadahnya
hebat tawakalnya
'azim semangat juangnya...
sahabat...berdoalah..
moga diri ini..
insan ini...
tegar di atas jalan juang ini..
demi menagih cinta kasih ILAHI
demi suatu cinta suci dan abadi...
semoga diri di kalangan pembangkit Islam
diri ini...srikandi sayap kiri perjuangan suci
aku dambakan rahmatNYA
aku dambakan kasihNYA


Ya Allah...
Kau thabatkanlah hatiku juga hati2 sahabatku
di atas agamaMU,
thabatkanlah hati kami dalam
jihad menegakkan kalimah la ilaha illallah...
thabatkanlah kami di atas jalanMU,
Engkaulah sebaik2 Pelindung...YA ALLAH..YA RAHMAN..YA RAHIM..


Bila berbicara soal hati ini...aku terkenang saat aku mengikat janji...mempertaruh diri demi Islam ditegakkan...

"Ya ALLAH..
Hati ini telah bersatu di perut bumiMU
Hati ini telah bersatu memikul beban dakwahMU
Hati ini telah mmengikat setia untuk mendaulat untuk mendokong
syariatMU di alam maya
maka ya Allah eratkanlah ikatan yang ada..
kekalkan kemesraan yang ada
tunjukkanlah jalan yang benar
tunjukkanlah dengan cahayaMU

tiada malam terangi alamMU
hidup suburkanlah dengan makrifahMU
tapi jika ingin mematikannya,
matikanlah sebagai syuhada'
dalam perjuangan menegakkan kalimah
LA ILAHA ILLALLAH...!!!!!!!!!!"





Saturday, May 2, 2009

ayuh kita renungkan situasi-situasi ini:


SEORANG wanita melintas jalan. Dia cantik dan bergaya. Kulitnya mulus, pipinya gebu, bibirnya ‘ulas limau’, alisnya lentik, hidungnya mancung, matanya bundar dan bercahaya. Dadanya juga agak bidang. Lengannya putih jari-jemarinya halus dan runcing. Baju sendat menampakkan pusat dan skirt pendek yang disarung ke tubuh beralun sekali-sekala mengikut pergerakan tubuhnya.

Mata-mata yang melihat mula berimaginasi. Imaginasi itu sudah pasti yang indah-indah dan sudah semestinya bukan hal-hal yang baik.

Di satu sudut yang lain, seorang gadis berpakaian sopan dengan bertudung sempurna duduk di tepi taman. Di sisinya seorang lelaki sederhana tinggi yang juga berpakian sopan. Tangan mereka saling bertaut. Kadang, tangan si lelaki juga menjalari tubuh gadis. Mereka tersenyum, ketawa dan kelihatan sungguh bahagia.


Kelihatan juga sekumpulan gadis yang masih berpakaian sekolah. Ketawa berdekah-dekah, saling bertepuk tampar. Sesekali jeritan nyaring memecah suasana. Beberapa orang daripada mereka tidak bertudung. Di jari mereka terselit sebatang rokok. Mereka menghisap rokok.


Agak pedih dengan paparan itu, mata menerawang ke arah lain. Sebuah motosikal dipandu agak laju. Penunggangnya seorang lelaki muda yang lagaknya seperti mat rempit. Pemboncengnya pula seorang gadis. Gadis seksi dengan kelibat punggungnya yang separa bogel sedang erat memeluk pinggang lelaki yang sedang menunggang motosikal.

Wanita masa kini begitu liberal atau terbuka dalam banyak hal. Lihat sahaja golongan artis yang bebas berpakaian seksi dan banyak kali terlibat di dalam kancah skandal seks serta gambar dan video lucah mereka tersebar megah di dalam internet. Bukan artis sahaja, pelajar sekolah dan gadis remaja juga sering terlibat dengan penyakit sosial yang memalukan itu.

MasyaAllah...hebatkan wanita hari ni??? bak kata ustaz ana.."muslimat ni cantik...cantiknya kerana adanya sifat malu..bila hilang rasa malunya..kita sendiri boleh lihat impaknya"..x ingatkah kita pada azab di akhirat sahabat-sahabat..x kesiankah kita pada mak abah??? x sanggup ana kalau di akhirat kelak ana heret mereka ke neraka dek perangai ana yang tak baik tu...x jelekkah kita pada apa yang dipaparkan di atas tadi???

muslimat pada hari ini terlalu liberal..ana menggunakan term 'muslimat' kerana ana kesal pada individu-individu muslim yang gagal mempraktikkan ajaran islam sebaiknya..tambahan pula bagi lepasan sekolah agama...betapa lengkapnya siri tarbiyah yang diberi..betapa saratnya pengisian yang disampaikan, masih ada yang gagal mempraktikkannya..moga-moga kita semua diberi hidayah...

wahai muslimat...sedarlah...dunia hampir sampai ke penghujungnya...kita tidak tahu bila datangnya qiamat....ayuhlah sama-sama kita muhasabah diri..perbaiki diri..ingatlah pada firman ALLAH.."tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untukberibadah padaKu"...perkasakan ubudiyyahmu pada yang MAHA PENCIPTA..bentengilah dirimu dengan sifat malu..agar kau selamat...


"sedarilah insan istimewa

bahawa kelembutan bukan kelemahan

bukan jua penghinaan dari Tuhan

tapi sebagai hiasan kecantikan..."

MASYAALLAH...hebatnya srikandi ini...



Kesabaran seseorang muslim dalam mempertahankan aqidah Islam ketika menghadapi suasana penindasan yang hebat merupakan contoh kesabaran yang agung. Pegangan aqidah yang bertunjangkan tauhid kepada Allah menjadi harta yang tiada ternila bagi setiap muslim. Ia adalah cahaya yang menyinari hidup insan dan penyelamat dalam mengharungi sengsara kacau-bilau pada hari pembalasan.

Perkembangan dakwah Rasulullah S.A.W pada peringkat awal banyak dibantu oleh kesabaran kaum muslimin dan muslimat dalam memepertahankan pegangan aqidah mereka. Sikap inilah yang membuahkan hasil yang amat berharga dalam sejarah perkembangan Islam hinggalah ke hari ini. Islam masih kekal dan terus mekar dalam jiwa setiap umat Islam.

Kisah seorang muslimat sejati bernama Zinnirah adalah antara contoh terunggul pengorbanan seorang muslimah demi mempertahankan aqidah yang telah meresap ke dalam lubuk hatinya. Beliau dipilih oleh Allah untuk menerima ujian yang cukup getir. Beliau menerima hidayah Allah pada peringkat awal dakwah Rasulullah S.A.W iaitu semasa baginda S.A.W berdakwah secara sembunyi-sembunyi di kalangan rakan karib baginda.

Dalam sejarah Islam, golongan yang pertama memeluk Islam inilah yang banyak menerima ujian daripada Allah. Zinnirah adalah seorang wanita berketurunan bangsa Rom. Beliau telah ditawan dan dijual di sebuah pasar di Mekah. Akhirnya beliau telah dibeli oleh Umar Al-Khattab untuk dijadikan hamba.

Dari segi fizikalnya, Zinnirah kelihatan seorang yang lemah, tetapi dari segi spiritualnya beliau mempunyai jiwa yang cukup kental dan tabah. Rasulullah S.A.W memulakan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi di kalangan orang-orang tertentu termasuk golongan bawahan. Antara yang menerima cahya keimanan ini ialah Zinnirah. Beliau telah menerima dengan sepenuh hati.

Pada peringkat awak keislamannya, Zinnirah melakukan suruhan-suruhan islam secara sembunyi-sembunyi, takut diketahui tuannya, Umar Al-Khattab. Beliau bersolat, berzikir, membaca Al-Quran, berdoa kepada Allah dengan penuh syahdu dan keinsafan. Semuanya dilakukan secara berhati-hati.

Penderitaan ke atas Zinnirah ini bermula setelah tuannya Umar Al-Khattab mengetahui keislamannya. Umar telah dapat menghidu perubahan yang berlaku ke atas diri hambanya itu. Setelah diselidiki, nyatalah bahawa hambanya meniggalkan agama nenek moyang dan menerima ajaran tauhid yang dibawa Nabi Muhammad S.A.W.

Umar Al-Khattab cukup terkenal dengan sikap memusuhi Rasulullah dan agama Islam sebelum keislamannya. Beliau selalu mencerca Muhammad S.A.w. Beliau mencabar sahabat-sahabat yang telah memeluk Islam dengan sikap berani dan tegasnya itu. Beliau sanggup menanam anaknya perempuannya hidup-hidup kerana malu dipandang masyarakat. Dengan sifat keberanian inilah yang telah mendorong Rasulullah S.A.W berdoa agar salah seorang daripada dua Umar di Mekah supaya memeluk Islam.

Zinnirah menjadi mangsa awal di atas sikap kebencian Umar Al-Khattab terhadap Islam dan kaum Muslimin. Apalagi, teruklah Umar menyeksa dan mendera Zinnirah dengan harapan Zinnirah akan kembali kepada agama asalnya dan meninggalkan Islam. Pelbagai seksaan dikenakan terhadap Zinnirah. Pukulan, hentakan, sepak terajang, dijemur di tengah-tengah panas terik adalh rutin kehidupan biasa Zinnirah. Semuanya dihadapi dengan tenang dan sabar, di samping hati dan jiwanya bergantung penuh kepada pertolongan Allah S.W.T.

Kemuncak penderaan terhadap Zinnirah ialah apabila matanya dicucuk dengan besi panas. Beliau kehilangan kedua-dua matanya dan terpaksa mengharungi hidup dengan penuh kegelapan. Matanya buta, tetapi hati dan jiwanya penuh dengan cahaya keimanan.

Iman menjadi penyuluh hidupnya dalam kesengsaraan azab dari tuannya. "Ini untukmu Ya Allah. Aku mengharungi kesengsaraan ini untuk mendapat kesenangan di akhirat kelak. Perjuangan ini sememangnya berat, selalu menderita dan sengsara kerana aku sedar untuk mendapat syurga. Aku terpaksa menagih ujian berat, sedangkan neraka itu dipagari oleh pelbagai kesenangan."
Inilah rintihan hati Zinnirah kepada Allah S.W.T ketika bermunajat kepada Allah di setiap malam sebagai penawar jiwa di atas segala kesusahan yang dia hadapi. Jiwanya semakin kukuh. Imannya semakin teguh.
Pengorbanan Zinnirah mendapat cercaan kaum musyrikin Mekah. Pelbagai cacian dilemparkan kepadanya. Mereka mengatakan Zinnirah buta kerana dilaknat oleh tuhan Latta dan Uzza. Mereka mencabarnya kerana Zinnirah mempertahankan diri dengan mengatakan dirinya buta bukan kerana tuhan mereka, sebaliknya ia adalah perbuatan Umar dan Allah mengizinkan ianya berlaku.

Walaupun diuji dengan pelbagai rupa, keyakinannya kepada Allah tidak berubah. Allah memberi karamah kepadanya. Matanya yang buta itu dapat melihat kembali dengan karamah Allah S.W.T. Dia dapat menikmati semula keindahan ciptaan Allah S.W.T. Hatinya dengan penuh kesyukuran kepada Allah dan imannya semakin tinggi. Dengan taufiq hidayah Allah, Umar akhirnya memeluk Islam jua.
ZINNIRAH...srikandi sejati..