Kita mengaku beriman kepada Allah, maka hendaklah kita pasrah pada segala ketetapannya. Susah, senang, pahit, manis, semuanya dari Allah. Yang pasti semua yang berlaku pasti ada hikmah disebaliknya. Yang manis ada hikmah yang perlu kita dalami. Yang pahit juga ada hikmah yang perlu dikaji.
Apa pun kemanisan atau kepahitan yang melanda, ia adalah suatu tuntutan bagi kita untuk melakukan post-mortem terhadap amalan kita seharian. Bila kita seronok, ingatlah Allah, bersyukurlah. Bila kita sedih, ingatlah Allah, sesungguhnya Dialah yang punya segala penyelesaian. Bukan kita sebagai hambaNya untuk lari dari permasalahan. Kita seharusnya menghadapi segala permasalahan dengan meyakini bahawa setiap yang berlaku itu merupakan mutiara peringatan dari Allah.
Maka datanglah musibah, ujian sebagai tanda rinduNya Allah pada kalimah ratapan taubat kita padaNya. Bila kita merasai hal itu, maka sahutlah dengan mendekatkan diri padaNya. Bersujudlah dan mohonlah padaNya.
Hanya Allah tempat kita sembah dan pohon pertolongan..dekatilah DIA..masalah bukanlah bebanan mutlak, tapi ia adalah kunci rahmat Allah. Terimalah sebaiknya, hadapilah ia sebagai lorong-lorong tarbiyah yang perlu dilalui. Yakinlah, dihujung perjalanan itu, adanya belaian kasih sayang Allah. Ingatlah, "Allah tak menguji seseorang itu melainkan ia mampu menghadapinya"
Apa pun kemanisan atau kepahitan yang melanda, ia adalah suatu tuntutan bagi kita untuk melakukan post-mortem terhadap amalan kita seharian. Bila kita seronok, ingatlah Allah, bersyukurlah. Bila kita sedih, ingatlah Allah, sesungguhnya Dialah yang punya segala penyelesaian. Bukan kita sebagai hambaNya untuk lari dari permasalahan. Kita seharusnya menghadapi segala permasalahan dengan meyakini bahawa setiap yang berlaku itu merupakan mutiara peringatan dari Allah.
- Mungkin kita terlalu leka..
- Mungkin kita asyik dengan dunia..
- Mungkin kita lewat melaksanakan tuntutannya...
Maka datanglah musibah, ujian sebagai tanda rinduNya Allah pada kalimah ratapan taubat kita padaNya. Bila kita merasai hal itu, maka sahutlah dengan mendekatkan diri padaNya. Bersujudlah dan mohonlah padaNya.
Hanya Allah tempat kita sembah dan pohon pertolongan..dekatilah DIA..masalah bukanlah bebanan mutlak, tapi ia adalah kunci rahmat Allah. Terimalah sebaiknya, hadapilah ia sebagai lorong-lorong tarbiyah yang perlu dilalui. Yakinlah, dihujung perjalanan itu, adanya belaian kasih sayang Allah. Ingatlah, "Allah tak menguji seseorang itu melainkan ia mampu menghadapinya"
semakin jauh kudarimu
semakin dekat pula Kau menghampiri daku
oh Tuhan yang Maha Pengasih
kerdilnya diriku dihadapanMu..
mengimbau lirik lagu ini, saya menjadi rendah diri. Terasa kerdil dipandangan Ilahi. Kadang bila bermasalah, saya mudah sekali merungut. Walhal, tidak pula saya muhasabah pada bilangan amal. Tidak pula saya check pada kesempurnaan ibadah. Allahu rabbi.. Itulah saya, manusia biasa, namun attitud itu perlu diubah. Pastinya saya ingin sekali mengecapi kasih sayangNya, ingin sekali saya merasai tarbiahNya juga implikasinya.
Ya Allah..permudahkanlah..
semakin dekat pula Kau menghampiri daku
oh Tuhan yang Maha Pengasih
kerdilnya diriku dihadapanMu..
mengimbau lirik lagu ini, saya menjadi rendah diri. Terasa kerdil dipandangan Ilahi. Kadang bila bermasalah, saya mudah sekali merungut. Walhal, tidak pula saya muhasabah pada bilangan amal. Tidak pula saya check pada kesempurnaan ibadah. Allahu rabbi.. Itulah saya, manusia biasa, namun attitud itu perlu diubah. Pastinya saya ingin sekali mengecapi kasih sayangNya, ingin sekali saya merasai tarbiahNya juga implikasinya.
Ya Allah..permudahkanlah..